rangkuman
materi us 2015/2016
Ilmu
Pengetahuan Sosial
|
|
Table of Contents
Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang.
Negara berkembang :
1. Permodalan
yang ditanamkan masih relatif kecil
2. Tenaga
ahli belum banyak tersedia
3. Angka
kematian bayi yang masih tinggi
4. Pendapatan
per kapita umumnya kecil
5. Sebagian
besar penduduk berempat tinggal di pelosok (desa)
6. Angka
harapan hidup rendah
7. Perekonomian
sebagian besar didorong dari sektor pertanian
8. Tingkat
pendidikan penduduknya masih relatif rendah
9. Pertumbuhan
penduduk tinggi
10. Jumlah
penduduk besar
11. Angka
kepadatan penduduk tinggi
12. Angka
pengangguran tinggi
13. Angka
beban ketergantungan tinggi
14. Tingkat
kesehatan penduduk rendah
15. Memiliki
utang luar negeri dalam jumlah besar
16. Lapangan
kerja terbatas
17. Tingkat
penguasaan teknologi yang rendah
18. Rendahnya
tingkat kesadaran hukum & hak asasi manusia
19. Kualitas
penduduk rendah
20. Mata
pencaharian penduduk umumnya : petani, buruh, dan karyawan.
Negara maju :
1. Tersedianya
modal yang besar
2. Tersedia
banyak tenaga ahli
3. Pendapatan
per kapita tinggi
4. Angka
kematian bayi rendah
5. Sebagian
besar penduduk tinggal di perkotaan
6. Perekonomian
di dorong dari sektor industri dan jasa
7. Tingkat
pendidikan penduduknya tinggi
8. Angka
harapan hidup yang tinggi
9. Tingkat
pertumbuhan penduduk tergolong rendah
10. Mampu
menekan laju pertumbuhan penduduk
11. Jumlah
penduduk rendah/sedikit
12. Piramida
penduduk berbentuk konstruktif (jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua seimbang)
13. Angka
beban ketergantungan rendah
14. Persentase
pengangguran rendah
15. Lapangan
pekerjaan tersedia banyak
16. SDM
yang berkualitas tinggi
17. Tingkat
kesadaran kesehatan tinggi
18. Tingkat
kesehatan penduduk tinggi
Perang Dunia 2.
Terjadi
pada : 1 September 1939 – 2 September 1945
Latar belakang :
·
Secara umum :
a.
Liga Bangsa-Bangsa tidak mampu mencegah
pertikaian yang terjadi, khususnya di Eropa.
b.
Perlombaan pengadaan senjata di berbagai negara.
c.
Perasaan saling curiga antarnegara membentuk
aliansi politik.
d.
Munculnya negara ultranasional yang menjalankan
imperialisme gaya baru.
e.
Terjadi penyerbuan-penyerbuan.
·
Sebab khusus :
a.
Serangga kilat (blitzkrieg) yang dilakukan
Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939.
b.
Penyerbuan Jepang atas Tiongkok pada tahun 1937.
c.
Penyerbuan Jepang atas pangkalan militer Amerika
Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941.
Tahap-tahap :
a.
Tahap permulaan (1939-1942) : negara sentral
memperoleh kemenangan.
b.
Tahap titik balik (1942) :
ü
Kekalahan Jepang dalam pertempuran di Laut
Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
ü
Jerman dipukul mundur dalam pertempuran di El
Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12 Oktober 1942.
ü
Jerman kalah melawan tentara Uni Soviet dalam
pertempuran di Stalingrad pada tanggal 19 November 1942.
c.
Tahap akhir (1943-1945) : negara-negara sekutu
mulai melakukan serangan atau pukulan yang menentukan bagi kekalahan blok
sentral.
Medan-medan :
Eropa :
Jerman
menyerbu sebagian besar wilayah Eropa menggunakan taktik blitzkrieg (perang
kilat).
Wilayah
yang berhasil ditaklukkan :
·
Polandia (September 1939)
·
Denmark (April 1940)
·
Norwegia (April 1940)
·
Belgia (Mei 1940)
·
Belanda (Mei 1940)
·
Luksemburg (Mei 1940)
·
Prancis (Mei 1940)
·
Yugoslavia (April 1941)
·
Yunani (April 1941)
Pasukan Jerman menyerang Uni Soviet / Juni 1941.
Uni Soviet bersama Inggris dan Amerika Serikat menyatakan perang terhadap
Jerman / Desember 1941.
Pada musim dingin tahun 1942-1943 pasukan Jerman mulai mundur.
Pada bulan April 1945 pasukan Uni Soviet memasuki Berlin.
Dua
juta lebih serdadu sekutu mendarat pada 6 Juni 1944 (yang dikenal dengan D-Day)
di Normandia, Prancis.
Jerman
menyerah pada Mei 1945.
Pasifik :
Jepang
membuka perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Habour,
pangkalan militer Amerika Serikat / 7 Desember 1941.
Amerika
Serikat menyatakan perang terhadap Jepang / 8 Desember 1941.
Untuk membalas serangan Jepang Sekutu menggunakan taktik loncat katak
(serangan dari pulau satu ke pulau lain) yang dipimpin Jenderal Douglas Mac
Arthur & Laksamana Chester Nimitz.
Jepang dihancurkan sekutu di laut karang dan midway / 7 Mei 1942.
Jepang mengalami kekalahan besar di laut kanal.
Kota
Hiroshima dibom atom oleh AS / 6 Agustus 1945.
Kota
Nagasaki dibom atom oleh AS / 9 Agustus 1945.
Pada
14 Agustus 1945 kaisar Hirohito menyatakan kesediaan menyerah tanpa syarat
kepada sekutu melalui pidato radio.
Afrika :
Diawali
dengan upaya Jerman yang ingin menguasai Terusan Suez dengan memerintahkan
Italia menyerbu Mesir, namun serangan Italia dapat dipukul mundur hingga
Abesinia oleh Sekutu.
Akhir PD 2 :
ü
Jepang menyerah dan menandatangani perjanjian di
atas kapal USS Missouri pada 2 September 1945 di teluk Tokyo.
ü
Blok Sentral telah menyerah kepada Sekutu pada
Mei 1945.
·
Sebab kekalahan blok sentral :
1.
Tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam
yang mencukupi kebutuhan perang.
2.
Masuknya Uni Soviet ke dalam blok sekutu.
3.
Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat
menunjang kebutuhan perang.
4.
Blok sekutu lebih memiliki keunggulan teknologi
persenjataan.
·
Penandatanganan perjanjian :
1.
Perjanjian Postdam.
a.
Jerman dibagi menjadi dua daerah pendudukan :
Jerman Timur = Uni Soviet / Rusia, Jerman Barat = AS, Inggris, Prancis.
b.
Kota Berlin Di Jerman timur dibagi menjadi 4
daerah pendudukan.
c.
Jerman harus mengurangi angkatan perangnya.
d.
Pengadilan bagi penjahat perang.
e.
Jerman harus membayar ganti rugi perang.
f.
Danzig dan daerah Jerman sebelah timur sungai
oder dan niesse diberikan kepada Polandia.
2.
Perjanjian antara Sekutu dengan Jepang pada
tanggal 2 September 1945 di kapal USS Missouri / dokumen Japanese Instrument of
Surrender yang disahkan di San Fransisco pada 8 September 1945.
Isi :
a.
Untuk sementara kepulauan Jepang diperintah oleh
tentara pendudukan AS.
b.
Pulau Kurile dan Sakhalin diserahkan kepada Uni
Soviet.
c.
Manchuria dan Taiwan diserahkan kepada Tiongkok.
d.
Pengadilan terhadap penjahat perang.
e.
Jepang diharuskan membayar kerugian perang.
3.
Perjanjian perdamaian Persia pada Februari 1945
menentukan nasib Italia.
a.
Daerah Italia dipersempit.
b.
Triest menjadi daerah merdeka di bawah
pemerintahan PBB.
c.
Ethiopia dan Albania bebas dari kekuasaan
Italia.
d.
Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil
oleh Inggris.
e.
Italia harus membayar kerugian perang.
·
Dampak :
a.
Bidang Politik :
Ø
AS & Uni Soviet muncul sebagai negara
superpower.
Ø
Negara-negara Eropa (Inggris, Prancis, Italia,
dan Jerman) perannya dalam percaturan internasional mulai memudar.
Ø
Terjadi perang dingin (persaingan dan perebutan
pengaruh antara AS dengan Uni Soviet).
Ø
Beberapa negara terpecah (Korea, Vietnam, &
Jerman).
Ø
Terbentuknya persekutuan militer/pakta
pertahanan (NATO & pakta Warsawa).
b.
Bidang Ekonomi :
Ø
Truman Doctrine untuk membantu Turki &
Yunani.
Ø
Marshal Plan untuk membangun kembali Eropa.
Ø
Point Four Truman untuk bantuan bagi
negara-negara yang masih terbelakang, terutama Asia.
Ø
Colombo Plan yang disponsori Inggris ingin
membentuk kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
c.
Bidang Sosial dan Kerohanian :
Ø
PD 2 menimbulkan bencana besar bagi umat manusia
(kerugian harta benda, kematian, anak kehilangan orang tua, & orang cacat
korban perang).
Ø
Dibentuknya PBB / 24 Oktober 1945.
Ø
PBB membentuk UNRRA yang bertugas :
1.
Memberi makan kepada orang-orang terlantar.
2.
Mendirikan rumah sakit.
3.
Mengurus pengungsi dan mempertemukan dengan
keluarganya.
4.
Memperbaiki kembali tanah yang rusak akibat
perang.
Pertempuran Heroik Surabaya.
25
Oktober 1945 tentara sekutu mendarat di Tanjung Perak, Surabaya, Di bawah
pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby yang diikuti oleh NICA.
NICA
melancarkan hasutan sehingga timbul kekacauan di Surabaya yang lalu berkembang
menjadi pertempuran antara rakyat Surabaya dan Tentara Sekutu.
Sebagai upaya menghentikan pertempuran Presiden Soekarno berunding dengan
Mallaby untuk melakukan gencatan senjata, tetapi masih terjadi pertempuran di
berbagai tempat, salah satunya gedung Bank Internasional di jembatan merah yang
diduduki pasukan Inggris. Kemudian pemuda-pemuda yang mengepung gedung tersebut
meminta agar pasukan Mallaby menyerah, pada peristiwa itu Mallaby terbunuh.
Letnan
Jenderal Christison, Panglima Sekutu d Indonesia, meminta kepada pemerintah
Indonesia menyerahkan orang-orang yang diduga membunuh Mallaby, hal ini diikuti
dengan ultimatum dari Mayor Jenderal Mansergh yang isinya memerintahkan rakyat
Surabaya menyerahkan senjatanya paling lambat 9 November 1945 pukul 18.00 WIB.
Apabila tidak dilaksanakan kota Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan
udara. Rakyat Surabaya menolak ultimatum dan siap melawan.
10
November 1945 pukul 06.00 tentara sekutu menggempur Surabaya dari darat, laut,
dan udara. Dibawah pimpinan Gubernur Suryo dan Sutomo rakyat Surabaya tidak mau
menyerah. Pertempuran berlangsung hingga awal Desember. 10 November diperingati
sebagai hari pahlawan.
Serangan Umum 1 Maret 1949.
Inisiatif serangan umum bermula dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang
mendengar kabar berita dari siaran radio (Voice of America, BBC, dan ABC) bahwa
forum Dewan Keamanan PBB akan membicarakan masalah Indonesia pada bulan Maret
1949. Ia berpendapat bahwa pihak RI perlu membuat kejutan yang mampu membuka
pandangan dunia terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Kemudian Sri Sultan
mengirim surat kepada Panglima Besar Soedirman yang isisnya meminta izin agar
diadakan serangan umum. Sebagai balasannya, Panglima Besar Soedirman mengatakan
agar Sri Sultan berhubungan langsung dengan Letkol. Soeharto (Komandan Brigade
10 Daerah Wehrkreise III di Yogyakarta). Kedua pihak sepakat menyusun rencana
serangan umum atas kedaulatan Belanda di Yogyakarta yang dipimpin Kolonel van
Langen.
Untuk mempermudah koordinasi penyerangan, wilayah serangan dibagi menjadi
5 sektor :
1.
Sektor barat dipimpin Letkol. Ventje Sumual.
2.
Sektor selatan dan timur dipimpin Mayor Sarjono.
3.
Sektor utara dipimpin Mayor Kusno.
4.
Sektor kota dipimpin Amir Murtono dan Letnan
Marsudi.
Serangan
umum dilancarkan pada pukul 06.00 bersamaan dengan dibunyikannya sirine tanda
jam malam berakhir. Belanda terkejut dan kewalahan menghadapi serangan mendadak
di pagi hari itu. Mereka tidak sempat melakukan koordinasi dengan baik. Apalagi
alat komunikasi telah banyak disabot oleh pihak RI. Dalam waktu singkat tentara
RI berhasil memukul semua posisi militer Belanda. Selama 6 jam Yogyakarta
dikuasai Indonesia.
Keesokan harinya, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 ini dilaporkan
oleh R. Sumardi ke pemerintahan PDRI di Bukittinggi melalui radiogram. Berita
itu kemudian dilaporkan pada A.A. Maramis (diplomat RI di New Delhi, India) dan
L.N. Palar (diplomat RI di New York, AS). Peristiwa ini disiarkan pula keluar
negeri dengan pemancar radio di Wonosobo.
Tepat pukul 12.00, pasukan RI mengundurkan diri dari daerah
pendudukannya. Ketika bala bantuan Belanda tiba di Yogyakarta, pasuk RI sudah
tidak ada. Dengan kendaraan lapis baja, Belanda hanya mampu menghantam
daerah-daerah sepanjang pengunduran pasukan RI.
Dampak Serangan Umum 1 Maret :
1.
Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa
pemerintah RI masih ada dan TNI masih mempunyai kemampuan menyerang.
2.
Mendukung perjuangan diplomasi pemerintah RI di
forum PBB.
3.
Mendorong terjadinya perubahan sikap Amerika
Serikat yang berbalik menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan pihak
RI.
4.
Meningkatkan moral rakyat dan TNI yang sedang
bergerilya.
5.
Mematahkan moral dan semangat pasukan Belanda.
Konferensi Meja Bundar (KMB).
Berlangsung pada : 23 Agustus-2 November 1949.
Dihadiri 4 delegasi :
a.
Delegasi RI dipimpin Mohammad Hatta
b.
Delegasi BFO dipimpin Sultan Hamid II
c.
Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin J.H. van
Maarseveen
d.
UNCI diketuai Chritchley.
Ketua KMB : Perdana Menteri Dr. Willem Dress.
Mediator dalam KMB : komisi PBB untuk Indonesia, yaitu United Nation
Commision for Indonesia (UNCI).
Hasil-hasil KMB :
Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember
1949.
Beberapa persetujuan pokok tentang masalah keuangan, ekonomi budaya, dan
kerja sama luar negeri dalam bidang pertahanan.
Penyelesaian masalah Irian Barat ditunda selama 1 tahun sesudah pengakuan
kedaulatan.
Dalam bidang militer disepakati adanya pembentukan APRIS dengan TNI
sebagai intinya, pembubaran KNIL dan pemasukan bekas anggota KNIL dalam APRIS
serta pemulangan tentara Belanda.
Pada 27 Desember 1949 pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada
pemerintah RIS. Upacara penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan dilakukan
di dua tempat :
Di Belanda : penyerahan kedaulatan dilakukan oleh Ratu Yuliana kepada
Mohammad Hatta (ketua delegasi RIS).
Di
Jakarta : penyerahan kedaulatan dilakukan Wakil Tinggi Mahkota Belanda, A.H.J.
Lovink kepada wakil pemerintah RIS, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Peristiwa Politik Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan
Kedaulatan (Kabinet, Dekrit Presiden, dan Kebijakan Ekonomi).
Kabinet :
a.
Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951)
v
Berlangsung perundingan Indonesia-Belanda untuk
pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.
v
Masalah keamanan dalam negeri yang dihadapi :
1.
Gerakan D/TII
2.
Gerakan Andi Azis
3.
Gerakan ARPA
4.
Gerakan RMS
v
Menyerahkan mandat pada 22 Januari 1951 setelah
adanya mosi tidak percaya dari PNI.
b.
Kabinet Sukiman-Suwirjo (27 April 1951-3 April
1952)
v
Terjadi pertukaran Nota Keuangan antara Menteri
Luar Negeri Indonesia, Ahmad Soebardjo, dan Duta Besar Amerika Serikat, Merle
Cochran yang berisi mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari AS
kepada RI berdasarkan Mutual Security Act (MSA) yang dianggap melanggar politik
lumat negeri Indonesia. Sehingga PNI mengeluarkan mosi tidak percaya.
v
27 Februari 1952 secara resmi menyerahkan mandat
kepada presiden Soekarno.
c.
Kabinet Wilopo (3 April 1952-27 Februari 1953)
v
Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952 : pemerintah
berupaya menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang
di kalangan partai politik.
v
Muncul konflik intern TNI.
v
Terjadi peristiwa Tanjung Morawa / 16 Maret 1953
mengenai perkebunan di Deli, Sumatra Timur.
v
Mengembalikan mandat pada 2 Juni 1953 setelah
adanya mosi tidak percaya dari PNI berkaitan masalah pendudukan tanah secara
ilegal.
d.
Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953-24
Juli 1955)
v
Mulai dipersiapkan pemilu untuk memilih anggota
parlemen yang rencana akan dilaksanakan pada 29 September 1955.
v
Berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika
pada tahun 1955.
v
Muncul konflik antara PNI dan NU.
v
NU memutuskan menarik menteri-menterinya pada 20
Juli 1955 yang diikuti partai lainnya.
v
Mengembalikan mandat kepada wakil presiden Moh.
Hatta pada 24 Juli 1955.
e.
Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3
Maret 1956)
v
Berhasil melaksanakan pemilu demokratis pertama
:
·
29 September 1955 / DPR
·
15 Desember 1955 / Konstituante
v
Membubarkan Uni Indonesia-Belanda.
v
Pemberantasan korupsi dilakukan dengan menangkap
para pejabat tinggi oleh polisi militer.
v
Mengembalikan mantap pada 3 Maret 1956 kepada
presiden Soekarno.
f.
Kabinet Ali Sastroamidjojo II ( 20 Maret 1956-14
Maret 1957)
v
Pembatalan seluruh hasil perjanjian KMB : 3 Mei
1956 Presiden Soekarno menandatangani Undang-Undang Pembatalan Hasil KMB.
v
Perjuangan merebut Irian Barat.
v
Muncul pergolakan di berbagai daerah yang
mengarah pada gerakan separatisme.
v
Perpecahan antara Masyumi dan PNI berkaitan pergolakan
di berbagai daerah menjadi akhir dari kabinet ini.
g.
Kabinet Djuanda (9 April 1957-5 Juli 1959)
v
Dikeluarkannya Deklarasi Djuanda untuk mengatur
kembali batas perairan nasional Indonesia.
v
Pemerintah membentuk Dewan Nasional : untuk
menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan dalam masyarakat.
v
Pemerintah mengadakan Musyawarah Nasional :
untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah.
v
Terjadi peristiwa Cikini (30 November 1957),
yaitu percobaan pembunuhan terhadap presiden Soekarno di Perguruan Cikini.
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :
Terjadi karena : kegagalan dari Konstituante yang tidak mampu menyusun
konstitusi baru.
Dengan tujuan : menjaga persatuan dan keselamatan negara, serta
keberlangsungan pembangunan.
Isi :
a.
Pembubaran Konstituante.
b.
Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya
kembali UUD 1945.
c.
Pembentukan MPRS dan DPAS.
Kebijakan Ekonomi :
a.
Pemberlakuan sistem ekonomi Ali Baba.
Ø
Pengusaha nonpribumi (Tionghoa) wajib memberikan
latihan-latihan kepada pengusaha pribumi.
Ø
Pemerintah juga menyediakan kredit dan lisensi
bagi usaha-usaha swasta nasional.
Ø
Pemrakarsa penggalangan kerja sama antara
pengusaha Tionghoa dan pribumi = Mr. Iskak Cokrohadisuryo (Kabinet Ali
Sastroamidjojo I).
b.
Penerapan sistem ekonomi Gerakan Benteng.
Ø
Upaya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pribumi
dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan pengusaha perusahaan
importir asing.
Ø
Dilaksanakan pada masa kabinet Natsir.
Ø
Caranya : membatasi impor barang tertentu dan
memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi.
Ø
Pemerintah memberikan kredit pada lebih kurang
700 perusahaan pribumi agar dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi
nasional.
c.
Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank
Indonesia pada tanggal 15 Desember 1952 melalui UU No. 24 tahun 1951.
Tujuan :
Ø
Untuk menaikan pendapatan.
Ø
Menurunkan biaya ekspor.
Ø
Melakukan penghematan secara drastis.
Bank Indonesia berfungsi sebagai :
Ø
Bank sentral.
Ø
Bank sirkulasi.
d.
Penerapan kebijakan Gunting Syafruddin.
Ø
Pemotongan nilai mata uang (sanering) pada
tanggal 20 Maret 1950 untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar inflasi
turun.
Ø
Caranya : memotong semua uang yang bernilai Rp
2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya.
e.
Perundingan masalah finansial ekonomi antara
pihak Indonesia dan Belanda.
Ø
Anak Agung Gde Agung dikirim ke Jenewa, Swiss /
7 Januari 1956.
Ø
Dalam perundingan disepakati pembubaran
persetujuan Finek hasil KMB.
Ø
Kabinet Burhanuddin Harahap membubarkan Uni
Indonesia-Belanda pada 13 Februari 1956.
Pengertian Perubahan Sosial Budaya.
Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur
sosial budaya dalam kehidupan masyarakat.
a.
John Lewis Gillin dan John Philips Gillin :
suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, yang disebabkan oleh
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk,
ideologi, serta karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
b.
Samuel Koening : perubahan sosial budaya
menunjuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola kehidupan manusia.
modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern dan ekstern.
c.
Selo Sumardjan : segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi
sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola-pola
perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
d.
Kingsley Davis : perubahan yang terjadi dalam
struktur masyarakat.
e.
Mac Iver : perubahan-perubahan dalam hubungan
sosial atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.
f.
William F. Ogburn : perubahan sosial budaya
mencangkup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun nonmaterial.
Perubahan Sosial Budaya dan Pengaruhnya (positif /
negatif).
·
Perubahan sosial yang pengaruhnya besar :
perubahan sosial budaya yang dapat membawa perubahan dalam berbagai aspek
kehidupan dan membawa perubahan pada struktur sosial masyarakat.
Contoh : proses industrialisasi.
·
Perubahan sosial yang pengaruhnya kecil :
perubahan sosial budaya yang tidak memengaruhi berbagai aspek kehidupan,
melainkan perubahan itu hanya membawa perubahan pada struktur sosial.
Contoh : perubahan mode pakaian, mode rambut, mode sepatu, dan mode
telepon seluler.
·
Perubahan progres : perubahan yang membawa
kemajuan atau keuntungan bagi masyarakat.
Contoh
: perkembangan iptek.
·
Perubahan regresi : perubahan yang membawa
kemunduran bagi masyarakat pada bidang tertentu.
Dampak perubahan sosial :
a.
Positif :
1.
Memiliki nilai dan norma baru.
2.
Mendorong perkembangan iptek.
3.
Muncul lapangan pekerjaan baru.
b.
Negatif :
1.
Budaya nasional mulai luntur.
2.
Ketertinggalan budaya.
3.
Lembaga sosial tidak berfungsi secara maksimal.
4.
Terjadi pergeseran nilai dan norma sosial.
Fungsi Uang.
·
Fungsi asli :
1.
Sebagai alat tukar.
2.
Sebagai alat satuan hitung.
·
Fungsi turunan :
1.
Sebagai alat pembayaran yang sah.
2.
Alat pembayaran utang.
3.
Alat pemindah kekayaan.
4.
Alat pendorong status sosial.
5.
Alat penimbun/penyimpan kekayaan.
6.
Alat pembentuk modal.
7.
Alat pendorong/penggerak kegiatan ekonomi.
8.
Sebagai komoditas atau barang dagangan.
Jenis-jenis Bank.
a.
Bank sentral : lembaga keuangan negara yang
bersifat Independen sehingga bebas dari campur tangan pemerintah atau
pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur odalan
undang-undang. Tujuan bank sentral (Bank Indonesia) : mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah.
b.
Bank umum : bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip Syariah dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Tujuan : mencari
keuntungan sebesar-besarnya.
c.
Bank perkreditan rakyat : bank yang melaksanakan
kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
d.
Bank Syariah : bank yang menjalankan kegiatan
usaha berdasarkan prinsip Syariah. Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian
berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana
dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan
Syariah.
Faktor Pendorong Terjadinya Perdagangan Internasional.
a.
Perbedaan keadaan geografis suatu negara.
b.
Perbedaan sumber daya alam.
c.
Perbedaan kemajuan iptek.
d.
Keinginan memenuhi kebutuhan dalam
negeri/nasional.
e.
Keinginan meningkatkan produktivitas hasil
produksi.
f.
Adanya spesialisasi produksi yang menguntungkan.
g.
Perkembangan sistem komunikasi da sarana
transportasi.
h.
Keinginan memperluas pasar produk dalam negeri.
i.
Menjalin kerja sama antarnegara di bidang
ekonomi.
j.
Persamaan selera masyarakat terhadap produk
tertentu.
k.
Pengaruh globalisasi di berbagai bidang
kehidupan.
l.
Perbedaan harga barang.
Menghitung Jarak di Bumi
dengan Skala.
Skala =
Jarak pada peta = jarak sebenarnya x skala
Jarak sebenarnya =
Jarak
sebenarnya = jarak pada peta x penyebut skala
Simbol Peta / Gradasi Warna.
Atlas :
|
COKLAT
|
|
> 2.000 m
|
|
ORANGE TUA
|
|
1.000 m - 2.000 m
|
|
ORANGE
|
|
500 m - 1.000 m
|
|
KUNING
|
|
300 m - 500 m
|
|
HIJAU MUDA
|
|
100 m - 300 m
|
|
HIJAU
|
|
0 m - 100 m
|
|
BIRU MUDA
|
|
0 m - 200 m
|
|
BIRU
|
|
200 m - 3.000 m
|
|
BIRU TUA
|
|
> 3.000 m
|
IPS Terpadu Yudhistira :
Cokelat tua : pegunungan tinggi.
Cokelat muda : pegunungan rendah.
Kuning : dataran tinggi atau Plato.
Hijau : dataran rendah.
Biru muda : perairan dangkal (0-200 m).
Biru tua : perairan dalam (> 200 m).
Merah : jalan (garis), ibu kota (titik/lingkaran), dan gunung berapi yang
masih aktif (segitiga).
Hitam
: batas administrasi (garis) dan kota-kota (titik/lingkaran).
Peta Asia Tenggara (Indo-cina).
Peta Samudra di Dunia.
Peta Kontur / Gunung, Pegunungan.
Ci =
1/2.000 x penyebut
skala
Badan Kerja Sama Ekonomi Multilateral (PBB /
dunia).
Economic and Social Council (Ecosoc) : badan khusus PBB yang menyusun
kebijakan dan rekomendasi untuk disampaikan kepada negara-negara anggota PBB.
Tugas :
v
Bertanggung jawab dalam meningkatkan standar
kehidupan masyarakat dunia.
v
Mencari solusi masalah perekonomian
internasional.
v
Memfasilitasi kerja sama internasional di bidang
budaya dan pendidikan.
A.
WHO/World Health Organization (kesehatan).
B.
ILO/International Labour Organization (buruh).
C.
FAO/Food Agricultural Organization (pangan).
D.
UNESCO/United Nations Education Scientific and
Cultural Organization (pendidikan dan kebudayaan).
Letak Astronomis Indonesia.
= 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT.
Fauna (hewan) Tipe Asiatis (ciri-ciri / contoh).
Jenis
fauna tipe asiatis : gajah, banteng, beruang, orang hutan, harimau, tapir,
rusa, badak bercula satu, burung elang, kerbau, babi hutan, buaya, trenggiling,
biawak, bunglon, kijang, dll.
Kerusakan Lingkungan Akibat Peristiwa Alam.
Letusan Gunung Berapi :
v
Material padat yang dilemparkan dari letusan
gunung berapi (batuan, kerikil, dan pasir) dapat menimpa perumahan, daerah
pertanian, dan hutan.
v
Hujan abu vulkanik menyebabkan terganggunya
pernapasan, pemandangan yang gelap, dan lingkungan yang kotor.
v
Lava panas yang meleleh dapat merusak dan
mematikan apa saja yang dilewatinya.
v
Awan panas dapat menewaskan makhluk hidup yang
dilaluinya.
v
Gas beracun dapat mengancam keselamatan makhluk
hidup di sekitar gunung berapi.
Gempa Bumi :
v
Tanah di permukaan bumi merekah sehingga
menyebabkan jalan raya terputus.
v
Terjadi tanah longsor.
v
Merobohkan berbagai bangunan.
v
Terjadi banjir akibat rusaknya tanggul
bendungan.
v
Gempa yang terjadi di dasar laut dapat
menyebabkan tsunami.
v
Gempa dapat merenggut korban jiwa, luka berat,
luka ringan, dan hilangnya orang.
Angin Topan :
v
Merusak/merobohkan rumah-rumah.
v
Areal perkebunan, pertanian, dan hutan rusak.
v
Membahayakan kegiatan penerbangan.
v
Menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat
menenggelamkan kapal.
Banjir :
v
Merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya,
jalan kereta api, rumah penduduk, dan areal pertanian.
v
Menimbulkan korban jiwa.
Tanah Longsor :
v
Menimbun/merusak daerah-daerah di bawah
longsoran.
v
Dapat menimbulkan korban jiwa.
v
Hilangnya orang.
Tingkat Kesejahteraan Penduduk / Pendapatan per Kapita.
v
IPS Terpadu Intan Pariwara :
Negara maju : > US$12.747.
Negara berkembang : US$975 – US$3.855.
v
IPS Kreasi :
Negara maju : > $11.456.
Negara berkembang : $900 - $ 11.456.
Negara
miskin : < $900.
Kebutuhan Manusia Menurut Tingkat Kepentingannya (Intensitasnya).
·
Kebutuhan primer/pokok/utama : kebutuhan manusia
yang mutlak harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup.
Contoh : makanan, minuman, dan tempat tinggal (rumah).
·
Kebutuhan sekunder/kultural/pelengkap :
kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini
bersifat melengkapi kebutuhan manusia. kebutuhan sekunder disebut kebutuhan
kultural karena sangat tergantung pada tingkat kebudayaan manusia.
Contoh : kebutuhan alat-alat rumah tangga, alat-alat sekolah, dan
kendaraan.
·
Kebutuhan tersier : kebutuhan tambahan Yat
berupa barang-barang mewah.
Contoh : perhiasan, mobil mewah, dan vila.
Sumber Modal Koperasi.
a.
Modal sendiri :
v
Simpanan pokok
v
Simpanan wajib
v
Cadangan
v
Hibah
b.
Modal pinjaman :
v
Anggota
v
Bank atau LKBB
v
Penerbitan
Pasar Menurut Wujudnya.
·
Pasar konkret : suatu tempat bertemu penjual dan
pembeli secara langsung untuk melakukan transaksi jual-beli.
·
Pasar abstrak artinya terjadinya hubungan antara
pembeli dan penjual secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan
transaksi jual-beli.
Sistem Perekonomian Indonesia.
Sistem perekonomian merupakan perangkat atau alat yang dipilih dan
digunakan negara untuk memecahkan persoalan-persoalan ekonomi secara menyeluruh
dalam suatu negara. Atau suatu perangkat atau alat yang dipergunakan untuk
menjawab permasalahan ekonomi yang terdiri dari apa, bagaimana, dan untuk siapa
barang diproduksi.
Tujuan setiap sistem perekonomian :
a.
Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
b.
Pertumbuhan ekonomi.
c.
Kestabilan ekonomi tanpa pengangguran.
d.
Distribusi pendapatan yang merata.
e.
Perimbangan yang wajar antara kepentingan umum
dan kepentingan perorangan (pribadi).
f.
Adanya dorongan atau insentif untuk ikut
berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
g.
Adanya koordinasi yang efektif dan efisien
terhadap semua pelaku dalam kegiatan ekonomi.
Macam-macam sistem perekonomian di
dunia :
Sistem perekonomian di Indonesia :
a.
Sistem ekonomi demokrasi : sistem ekonomi di
mana kegiatan perekonomian dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah
pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.
b.
Sistem ekonomi Pancasila.
c.
Sistem ekonomi kerakyatan : sistem ekonomi di
mana masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan
pemerintah menciptakan iklim yang sehat
bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
Proses Terbentuknya Harga Pasar / Keseimbangannya.
Pajak.
Pengertian.
Ø
Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH. : pajak adalah
peralihan kekayaan dari rakyat kepada kas negara untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran rutin, dan kelebihannya digunakan untuk investasi
fasilitas umum seperti pembuatan jalan raya, jembatan, dan lain-lain.
Ø
UU no. 16 tahun 2000 : pajak adalah iuran wajib
yang dibayarkan oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang
balas jasanya tidak diterima secara langsung.
Ø
Pajak : iuran yang harus dibayar oleh wajib
pajak (masyarakat) kepada negara (pemerintah) berdasarkan undang-undang dan
tidak memperoleh balas jasa secara langsung.
Asas pemungutan pajak (menurut Adam Smith).
a.
Asas kemampuan (Ability to Play) : pemungutan
pajak didasarkan pada kemampuan wajib pajak.
b.
Asas kepastian (Certainly) : pemungutan pajak
harus didasarkan pada kepastian hukum yang berlaku.
c.
Asas kesenangan (Convenience) : pemungutan pajak
terhadap wajib pajak harus disertai dengan rasa senang karena mendapat
perlindungan dan beberapa fasilitas umum dan pemerintah.
d.
Asas ekonomi : hasil pemungutan pajak harus
dimanfaatkan secara efektif dan efisien dengan kepentingan rakyat banyak.
Asas pemungutan pajak (IPS terpadu galileo) :
a.
Asas domisili (tempat tinggal) : cara pemungutan
pajak yang didasarkan pada domisili (tempat tinggal) wajib pajak.
b.
Asas sumber : cara pemungutan pajak yang
didasarkan pada sumber pendapatannya.
c.
Asas kebangsaan : cara pemungutan pajak yang
tidak tergantung kepada kebangsaan wajib pajak.
Prinsip-prinsip pajak (IPS terpadu galileo) :
a.
Prinsip keadilan (Equity) : pajak dikenakan
secara umum dan sesuai dengan kemampuan wajib pajak atau sebanding dengan
tingkat penghasilannya.
b.
Prinsip kepastian (Certainly) : pemungutan pajak
harus dilakukan dengan tegas, jelas, dan ada kepastian hukum.
c.
Prinsip kecocokan/kelayakan (Convience) : pajak
yang dipungut hendaknya tidak memberatkan wajib pajak. Artinya pemerintah harus
memperhatikan layak atau tidaknya seseorang dikenakan pajak sehingga orang yang
dikenai pajak akan senang hati membayar pajak.
d.
Prinsip ekonomi (Economy) : pada saat menetapkan
dan memungut pajak harus mempertimbangkan biaya pemungutan pajak. Jangan sampai
biaya pemungutannya lebih tinggi dari pajak yang dikenakan.
Fungsi.
a.
Fungsi budgeter (anggaran).
Pajak mempunyai fungsi anggaran artinya hasil pemungutan pajak untuk
mengisi kas negara. Karena pajak merupakan salah satu anggaran pendapatan
pemerintah yang penting atau utama. Jumlah pajak senantiasa terus ditingkatkan
setiap tahunnya.
b.
Fungsi regulasi (mengatur).
Pajak mempunyai fungsi mengatur, artinya dengan pemungutan pajak
dimaksudkan dapat mengatur pendapatan masyarakat. Dengan sistem tarif pajak
progresif dimaksudkan agar pendapatan masyarakat lebih merata.
c.
Fungsi stabilisasi.
Fungsi stabilisasi dimaksudkan penggunaan pajak sesuai dengan anggaran
belanja yang sudah direncanakan. Pajak digunakan untuk menutup biaya rutin
pemerintah dan juga untuk pembangunan sehingga apabila hal ini dapat
dilaksanakan dengan baik maka perekonomian akan stabil dan terjadi pertumbuhan
ekonomi seperti yang diharapkan.
Ciri-ciri pajak :
a.
Bersifat dapat dipaksakan.
b.
Berdasarkan undang-undang.
c.
Wajib pajak tidak mendapat balas jasa secara
langsung.
d.
Untuk kepentingan umum.
Dasar pemungutan pajak :
a.
Pasal 23 ayat 2 UUD 1945 : segala pajak untuk
keperluan negara berdasarkan undang-undang.
b.
Undang-undang perpajakan yang disempurnakan dan
berlaku sejak 1 Januari 2001 :
Ø
UU no. 16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan.
Ø
UU no. 17 tahun 2000 tentang pajak penghasilan
(PPh).
Ø
UU no. 18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan
Nilai Barang dan Jasa (PPn) serta Pajak tentang Penjualan atas Barang Mewah
(PPn Bm).
Ø
UU no. 20 tahun 2000 tentang Bea Perolehan Hak
atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Ø
UU no. 12 tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan
Bangunan.
Ø
Keputusan Menteri Keuangan no. 201/KMK. 04/2000
tentang Penyesuaian Besarnya NJOPTKP sebagai Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan
Banguanan.
Ø
UU no. 13 tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah
no. 24 tahun 2000 tentang Bea Materai.
Unsur-unsur pajak :
a.
Subjek pajak : orang pribadi atau badan yang
menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk
melakukan kewajiban perpajakan termasuk pemungutan pajak atau pemotong pajak
tertentu.
b.
Objek pajak : sesuatu yang dikenakan pajak.
c.
Tarif pajak : ketentuan besar kecilnya pajak
yang harus dibayar oleh wajib pajak terhadap objek pajak yang menjadi
tanggungannya.
Ø
Tarif pajak progresif : tarif pungutan pajak
dengan persentase yang semakin meningkat mengikuti pertambahan jumlah
pendapatan yang dikenakan pajak.
Ø
Tarif pajak degresif : tarif pungutan pajak
dengan persentase yang semakin kecil dengan semakin besarnya jumlah pendapatan
yang dikenakan pajak.
Ø
Tarif pajak proporsional : tarif pungutan pajak
dengan persentase tetap, betapapun jumlah pendapatan yang digunakan sebagai
dasar pengenaan pajak.
Ø
Tarif pajak tetap : tarif pungutan pajak dengan
besar yang sama untuk semua jumlah.
Kriteria pemungutan pajak :
Jenis-jenis pajak :
1.
Berdasarkan pihak yang memungut :
a.
Pajak negara : pajak yang dipungut pemerintah
pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak dan Kantor Pelayanan Pajak di bawah
Departemen keuangan.
b.
Pajak daerah : pajak yang pemungutannya
dilakukan oleh pemerintah daerah.
2.
Berdasarkan sifatnya :
a.
Pajak subjektif : pajak yang pemungutannya
berdasarkan diri wajib pajak.
b.
Pajak objektif : pajak yang pemungutannya
berdasarkan objek atau tidak memperhatikan keadaan wajib pajak.
3.
Berdasarkan golongan :
a.
Pajak langsung : pajak yang harus ditanggung
sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
b.
Pajak tidak langsung : pajak yang harus dibayar
pihak tertentu.
Istilah-istilah dalam perpajakan :
1.
Wajib pajak (WP) : pembayar pajak.
2.
Badan : bentuk Firma (Fa), Persekutuan
komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, Yayasan, dan usaha lainnya.
3.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : nomor yang
diberikan kepada wajib pajak sebagai saran dalam administrasi perpajakan yang
berfungsi sebagai tanda pengenal diri dalam melakukan kewajiban perpajakan.
4.
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) surat
pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Pajak yang harus diisi wajib pajak untuk
suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak.
5.
Surat Setoran Pajak : surat yang oleh wajib
pajak dipergunakan untuk mlakukan pembayaran pajak kepada negara.
6.
Tahun pajak : jangka waktu jatuh tempo pajak
yang menggunakan tahun takwin atau tahun buku.
7.
Menghitung Pajak Sendiri (MPS) : pengisian SPT
dilakukan sendiri oleh wajib pajak.
Relief Dasar Laut.
Contoh : Dangkalan Sunda di sekitar Selat Sunda.
Contoh : palung Kai di dekat Pulau Papua.
Contoh : lubuk laut Banda di Maluku.
Contoh : ambang laut Sulu.
Contoh : punggung laut Sibolga.
Contoh : Gunung Krakatau di Selat Sunda.
Proses Alam Tenaga Endogen.
Proses alam endogen terdiri atas :
v
Tektonisme (Diastropisme) : tenaga
dari dalam bumi yang dapat menyebabkan terjadinya perubhan letak atau
pergeseran lapisan kerak bumi secara vertikal (naik-turun), horizontal
(kanan-kiri), dan retakan.
Gerak tektonisme :
a.
Epirogenesis/epirogenesa : gerakan pergeseran
lapisan kerak bumi secara perlahan-lahan, dalam jangka waktu yang lama, dan
meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenesis/epirogenesa disebut sebagai
gerakan pembentuk benua (kontinen).
Gerak epirogenesa terdiri dari :
À
Gerak epirogenesa positif : apabila permukaan
air laut mengalami kenaikan.
À
Gerak epirogenesa negatif : apabila permukaan
air laut mengalami penurunan.
b.
Orogenesis/orogenesa : gerakan pergeseran
lapisan kerak bumi yang cepat, dalam waktu yang pendek, dan meliputi daerah
yang sempit. Gerak orogenesis/orogenesa disebut sebagai gerak pembentuk gunung,
pegunungan kelipatan, patahan, dan dislokasi.
Gerak orogenesis meliputi :
§
Pelengkungan (warping).
§
Pelipatan (folding).
Contoh : Pegunungan Kendeng.
Puncak lipatan disebut antiklinorium atau antiklinal.
Lembah lipatan disebut sinklinorium atau sinklinal.
Bentuk-bentuk lipatan :
1.
Lipatan tegak.
2.
Lipatan miring.
3.
Lipatan menggantung.
4.
Lipatan isoklin.
5.
Lipatan lebah.
6.
Lipatan klopak.
7.
Lipatan rebah.
8.
Lipatan sesar sekrup.
§
Patahan (fault), ada dua :
a.
Horst (patahan naik) : bagian antara dua patahan
yang mengalami pengangkatan sehingga lebih tinggi dari daerah sekitarnya.
Contoh : Plato Schwarswald di timur Graben Rhine (Jerman).
b.
Graben/slenk (patahan turun) : suatu depresi
(daerah cekungan seperti cawan yang mengalami pemerosotan sehingga lebih rendah
dari permukaan air laut) yang terbentuk antara dua patahan yang naik (horst).
Contoh : Slenk Semangko di sepanjang Bukit Barisan (Sumatra).
Contoh patahan : Pegunungan Selatan di
Pulau Jawa dan Nusa Kambangan.
§
Retakan/diaklas/kekar (jointing) : sesaran tanpa
disertai dislokasi (displacement) karena kerutan, tarikan, dan tekanan.
v
Vulkanisme : gejala alam sebagai
akibat dari aktivitas magma di dalam bumi. Atau proses keluarnya cairan magma
dari dalam perut bumi menuju ke permukaan bumi.
Magma : batuan cair pijar yang terdapat di dalam kulit bumi yang terjadi
dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya dengan temperatur
tinggi. Atau batuan cair pijar di dalam perut bumi yang terdiri atas larutan
mineral silikat dan gas dengan suhu yang sangat tinggi (900°C-1.100°C).
Ø
Intrusi magma : magma yang dapat menyusup ke
lapisan batuan di atasnya. Atau proses penerobosan magma ke dalam lapisan
batuan kulit bumi dan belum mencapai permukaan bumi.
Ø
Ekstrusi magma : magma yang sampai di permukaan
bumi. Atau proses penerobosan magma yang mencapai permukaan bumi.
Hasil intrusi magma :
a.
Batolit : magma yang membeku di dalam dapur
magma.
b.
Lakolit : batuan beku yang terbentuk dari
resapan magma dan membeku di antara dua lapisan batuan.
c.
Sill : batuan beku yang terbentuk di antara dua
lapisan batuan dengan bentuk pipih dan melebar.
d.
Korok atau gang : batuan beku yang berbentuk
pipih/melebar hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan batuan dengan
arah tegak/miring.
e.
Apofisa : gang yang relatif kecil dan merupakan
cabang dari sebuah gang.
Macam-macam erupsi :
ü
Berdasarkan kuatnya letusan serta material yang
dikeluarkan :
a.
Erupsi eksplosif : erupsi yang menimbulkan
ledakan sebagai akibat tekanan gas magmatis yang saat kuat dan menyemburkan
material vulkanik yang bersifat padat dan cair.
b.
Erupsi efusif : erupsi yang tidak menimbulkan
ledakan, karena tekanan gas kurang kuat yang dikeluarkan berupa material padat
yang berukuran kecil.
c.
Erupsi campuran : erosi eksplosif yang terjadi
bersamaan dengan erupsi efusif.
ü
Berdasarkan material yang dikeluarkan :
a.
Erupsi magmatik : terjadi bila bahan yang
dilepaskan berasal dari magma dan hanya berupa cairan magma.
b.
Erupsi preatik : terjadi bila bahan yang
dilepaskan berupa uap air panas yang berasal dari air tanah dalam kerak bumi
dan keluar melalui retakan di kepundan dan bekas letusan.
c.
Erupsi preatomagnetik : gabungan erupsi magmatik
dan preatik. Erupsi ini sangat berbahaya karena akan mengalir lahar panas yang
sangat berbahaya dan akan membakar bagian/daerah yang dilewatinya.
ü
Berdasarkan proses keluarnya :
a.
Erupsi sentral : terjadi bila magma keluar
melalui sebuah lubang yang membentuk gunung. Contoh : gunung Krakatau
(Indonesia).
b.
Erupsi areal : terjadi bila magma letaknya dekat
ke permukaan bumi sehingga membakar atapnya dan meleleh sampai ke permukaan
bumi. Erupsi ini membentuk gunung api di lereng yang sangat rendah. Contoh :
Yellowstone (Kolombia).
c.
Erupsi linear : terjadi bila magma keluar
melalui retakan kulit bumi sehingga membentuk deretan gunung. Contoh : gunung
api laki (Eslandia).
Tipe-tipe letusan :
1.
Tipe Hawai.
2.
Tipe Strombali.
3.
Tipe Vulkan.
4.
Tipe Parret.
5.
Tipe Merapi.
6.
Tipe Sant Vincent.
7.
Tipe Pelae.
v
Gempa Bumi (Seisme) : getaran kulit
bumi secara tiba-tiba, bersumber pada lapisan kulit bumi bagian dalam, kemudian
dirambatkan oleh kulit bumi ke permukaan bumi. Atau getaran yang dirasakan
permukaan bumi akibat adanya kekuatan dari dalam bumi yang terjadi karena
aktivitas tektonisme, vulkanisme, dan runtuhan bagian lapisan bumi.
Klasifikasi gempa bumi :
a.
Gempa tektonik : gempa bumi yang terjadi akibat
pergeseran kerak bumi karena peristiwa tektonisme, berupa dislokasi
(displacement) atau patahan/sesaran. Atau gempa bumi yang terjadi karena adanya
pergeseran bagian lapisan kulit bumi.
b.
Gempa vulkanik : gempa yang terjadi karena
aktivitas vulkanisme sebelum, sedang, atau sesudah letusan. Atau gempa bumi
akibat letusan gunung api.
c.
Gempa terban/reruntuhan : gempa yang disebabkan
oleh adanya runtuhan, termasuk di dalamnya adalah longsoran (Rock fall),
runtuhnya atap gua di bawah tanah (biasanya di daerah kapur), dan runtuhan di
dalam lubang pertambangan. Atau gempa yang terjadi akibat tanah runtuh.
a.
Gempa dalam : hiposentrum terletak 300-700 km di
bawah permukaan bumi.
b.
Gempa intermedier : hiposentrum terletak antara
100-300 km di bawah permukaan bumi.
c.
Gempa dangkal : hiposentrum terletak kurang dari
100 km di bawah permukaan bumi.
a.
Gempa linear : episentrum berbentuk garis.
b.
Gempa sentral : episentrum berbentuk titik.
a.
Gempa laut : episentrum terletak di dasar laut.
b.
Gempa daratan : episentrum terletak di darat.
a.
Gempa setempat : jika jarak tempat gempa terasa
sampai ke episentralnya kurang dari 10.000 km.
b.
Gempa jauh : jika episentral dan tempat gempa
terasa berjarak sekitar 10.000 km.
c.
Gempa sangat jauh : jika jarak episentral dan
tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km.
Rumus Laska (untuk menghitung jarak
episentral) :
∆ = [(S – P) – 1m] x 1 megameter
Keterangan :
∆
= delta = jarak episentral, artinya jarak tempat pengamat dari episentrum.
S – P = selisih waktu pencatatan
gelombang primer dengan gelombang sekunder (dalam menit).
1m = satu menit.
1 megameter : 1000 km.
Gempa Bumi (Proses Alam Tenaga Endogen).
Gerakan Lempeng Tektonik (Proses Alam Tenaga
Endogen).
Jenis Manusia Purba di Indonesia.
Pithecantropus :
Ø
Tahun 1889, B.D. van Rietschoten menemukan
tengkorak manusia di daerah Wajak, dekat Tulungagung (Jawa Timur), yang
kemudian dikirimkan kepada temanya Dr. Eugene Dubois di Belanda. Dubois
berusaha mendatangi tempat penemuan dengan cara mendaftarkan diri ke dalam dinas
militer Belanda. Daerah pertama yang Dubois jelajahi adalah Sumatra Barat,
namun hasilnya sia-sia. Kemudian Dubois beralih pada Pulau Jawa.
Ø
Tahun 1890 Dubois menemukan fosil tempurung
kepala dan tulang rahang di daerah Trinil, dekat Ngawi (Jawa Timur). Setahun
kemudian (1891) Dubois menemukan fosil tulang paha kiri di dekat lokasi
penemuan pertama. Setelah direkonstruksi (disusun/digambar), tinggi tubuh
penemuan Dubois diperkirakan antara 165-180, dan mulai berjalan tegak. Penemuannya
diberi nama Pithecantropus erectus yang berarti manusia-kera yang berjalan
tegak. Temuannya juga dikenal dengan Manusia Jawa.
Ø
Tahun 1936, dua orang peneliti bernama Duyfjes
dan Von Koenigswald berhasil menemukan fosil Pithecantropus erectus di Perning,
Kab. Mojokerto (Jawa Timur). Temuannya berupa fosil tengkorak anak-anak berusia
sekitar 6 tahun, yang diduga telah hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Hasil
temuannya diberi nama dengan Pithecantropus mojokertensis (manusia-kera dari
Mojokerto) atau Pithecantropus robustus. Para arkeolog beranggapan bahwa fosil
ini merupakan fosil paling tua di Indonesia.
Megantropus :
Ø
Megantropus paleojavanicus (manusia besar tua
dari Jawa) diperkirakan hidup pada 1,6 juta tahun yang lalu. Fragmen-fragmen
ofsil megantropus ditemukan oleh Von Koenigswald antara tahun 1936-1941 di
Sangiran, daerah Surakarta (Jawa Tengah). Fragmen pertama berupa rahang bawah
dan atas.
Ø
Tahun 1952, peneliti bernama Marks menemukan
fragmen gigi lepas dari megantropus ini, sehingga Marks ikut melengkapi temuan
sebelumnya. Setelah diteliti dengan seksama, megantropus memiliki rahang bawah
yang tegap, bergeraham besar, fosil megantropus lebih besar dan berperawakan
lebih tegak dibandingkan pithecantropus.
Homo :
v
Isi tengkorak diperkirkan 1000-2000 cc.
v
Memiliki tinggi badan bervariasi antara 130-210.
v
Berat badan diperkirakan : 30-150 kg.
1)
Homo soloensis (manusia dari Solo) :
Tahun
1931-1933, tiga orang peneliti, yaitu Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald
berhasil menemukan satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah
Ngandong, dekat Blora (Jawa Tengah). Berdasarkan penelitian, homo soloensis
memiliki tingkatan lebih tinggi daripada pithecantropus erectus. Homo soloensis
diperkirakan telah hidup antara tahun 35.000-15.000 SM.
2)
Homo wajakensis (manusia dari Wajak) :
Ditemuka
pada tahun 1889 oleh B.D. van Rietschoten di daerah Wajak, Tulungagung (Jawa
Timur). Tahun 1920, di tempat yang sama, Dubois menemukan fosil sejenis dan
diberi nama homo wajakensis II. Menurut perkiraan para ahli homo wakaensis
merupakan perubahan langsung homo soloensis. Jenis manusia purba ini menurunkan
penduduk asli Pulau Papua dan sekitarnya.
Tengkorak
homo wajakensis memiliki volume otak kira-kira 1.530 cc dan 1.650 cc. Homo
wajakensis merupakan manusia purba terakhir yang memiliki tingkat kecerdasan
dan peradapan paling tinggi dibanding yang lainnya.
Interaksi Sosial (individu, kelompok).
À
Proses sosial : cara berhubungan yang dapat
dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok masyarakat atau individu
saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.
Atau segi-segi kehidupan yang saling memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai
perubahan dalam kehidupan. Atau pengaruh timbal balik antara berbagai segi
kehidupan bersama.
À
Interaksi sosial : hubungan saling memengaruhi
antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan
kelompok yang lain. Atau hubungan-hubungan sosial yang dinamis, baik yang
menyangkut hubungan antara individu dan individu, antara individu dan kelompok,
maupun antara kelompok dengan kelompok lain.
À
Proses interaksi :
a.
Secara langsung : interaksi yang dilakukan
langsung antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain, baik
melalui tatap muka maupun melalui alat bantu komunikasi.
b.
Secara tidak langsung : interaksi yang dilakukan
individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain melalui perantara
pihak ketiga.
À
Tujuan interaksi : untuk menjalin hubungan
persahabatan, perdagangan, kerja sama yang saling menguntungkan, membicarakan
dan merundingkan suatu masalah yang timbul, untuk meniru kebudayaan orang lain
yang lebih maju, dll.
À
Tindakan interaksi sosial : tindakan yang
diambil oleh individu-individu, individu-kelompok, atau kelompok-kelompok yang
saling memengaruhi.
À
Bentuk-bentuk interaksi sosial :
a.
Interaksi sosial asosiatif : interaksi sosial
yang mengarah pada bentuk-bentuk persatuan, bersekutu, atau saling mengikat.
Ø
Kerja sama (Cooperation) : proses saling
mendekati dan bekerja sama antar individu, antara individu dengan kelompok,
atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan
bersama.
Ø
Akomodasi (Accomodation) : proses penyesuaian
sosial antara individu dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan
pertentangan/pertikaian.
Tujuan akomodasi :
1.
Tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
kehidupan.
2.
Mengurangi perbedaan paham.
3.
Mencegah terjadinya ledakan konflik.
4.
Mengupayakan terjadinya proses pembauran.
Ø
Asimilasi (Assimilation) : proses sosial yang
timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang
berbeda saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu yang lama sehingga
kebudayaan asli yang mereka miliki lambat laun berubah membentuk kebudayaan
baru.
Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi :
1.
Adanya toleransi.
2.
Adanya sikap saling menghargai antarbudaya.
3.
Adanya kesamaan unsur-unsur kebudayaan.
4.
Adanya pembauran melalui kawin campuran
(amalgamation).
Ø
Akulturasi (Acculturation) : proses sosial yang
timbul apabila suatu kelompok masyarakat dihadapkan pada suatu kebudayaan
asing, kemudian unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan
diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
dari kebudayaan itu sendiri.
b.
Interaksi sosial disasosiatif : interaksi sosial
yang mengarah pada suatu pertentangan, pertikaian, atau bahkan sama sekali
tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
Ø
Persaingan (Competition) : proses sosial antara
individu atau kelompok-kelompok manusia yang saling mencari keuntungan atau
kemenangan dalam berbagai bidang kehidupan.
Ø
Kontravensi (Contravention) : bentuk interaksi
sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan.
Bentuk-bentuk kontravensi :
1.
Kontravensi bersifat umum : penolakan, protes,
dan keengganan.
2.
Kontravensi sederhana : memaki-maki, mencerca,
dan memfitnah.
3.
Kontravensi intensif : penghasutan dan
penyebaran desas-desus.
4.
Kontravensi bersifat rahasia : berkhianat dan
membeberkan rahasia orang lain.
5.
Kontravensi bersifat taktis : intimidasi,
provokasi, dan mengejutkan lawan.
Ø
Pertentangan/konflik (Conflict) : proses sosial
antara perorangan atau kelompok masyarakat tertentu yang berusaha dengan sadar
atau tidak sadar untuk menentang, menjatuhkan, atau melawan pihak lain.
Hal-hal yang dapat menimbulkan konflik :
1.
Adanya perbedaan pendapat mengenai suatu masalah
prinsip.
2.
Terjadi perselisihan paham berkepanjangan yang
mengusik harga diri.
3.
Timbulnya benturan kepentingan mengenai suatu
objek yang sama.
4.
Berbeda sistem nilai dan norma dari kelompok
masyarakat yang berlainan kebudayaan.
À
Pola-pola interaksi sosial :
a.
Interaksi antara individu dengan individu
(antarindividu) :interaksi ini berlangsung antara satu orang dengan satu orang
lainnya.
Contoh : dua orang saling bertemu dan bersalaman.
b.
Interaksi antara individu dengan kelompok :
interaksi ini terjadi antara orang perorangan dengan sekelompok orang.
Contoh : seorang guru yang sedang mengajar murid-murid di dalam sebuah
kelas.
c.
Interaksi antara kelompok dengan kelompok
(antarkelompok) : interaksi ini berlangsung antara sekelompok manusia dengan
kelompok manusia lainnya.
Contoh : pertemuan OSIS antarsekolah.
À
Interaksi sosial dapat dinyatakan dalam bentuk
simbol-simbol :
a)
Menganggukkan kepala,
b)
Lambaian tangan,
c)
Acungan jempol,
d)
Senyuman, dll.
À
Ciri-ciri interaksi sosial :
1)
Interaksi sosial dapat berlangsung apabila
dilakukan dua orang/kelompok dan adanya reaksi dari pihak lain.
2)
Adanya kontak sosial sebagai tahap pertama dan
komunikasi sebagai pengantar interaksi.
3)
Bersifat timbal balik, positif, dan
berkesinambungan.
4)
Adanya penyesuaian norma dan bentuk-bentuk
interaksi sosial.
5)
Agar terjalin dengan baik pola interaksi sosial
harus berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas, efisiensi, penyesuaian
diri pada kebenaran, penyesuaian pada norma, serta tidak memaksa mental dan
fisik.
À
2 hubungan dalam interaksi sosial :
1)
Tingkat hubungan interaksi yang dangkal :
apabila hubungan berlangsung hanya pada saat tertentu, tidak berkesinambungan,
dan pihak-pihak yang terlibat tidak sering mengadakan hubungan.
2)
Tingkat hubungan interaksi yang dalam : apabila
interaksi berlangsung secara terus-menerus dalam waktu yang tidak terbatas, dan
saling memengaruhi, serta memiliki tujuan tertentu sehingga hubungan terus
terjalin.
À
Dasar/faktor interaksi sosial :
a)
Imitasi : tingkah laku yang merupakan tiruan
tindakan orang lain. Atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui
sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain
tersebut.
b)
Sugesti : komunikasi atau penyampaian pikiran,
perasaan, dan perbuatan yang tak langsung dari orang ke orang. Atau pengaruh,
pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap individu lain
kemudian diterima, dituruti, atau dilaksanakan dengan tanpa berpikir lagi
secara rasional.
c)
Identifikasi : kecenderungan dalam diri seseorang
untuk menjadi identik/menyamakan dirinya dengan pihak lain. Atau upaya yang
dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu
lain yang ditirunya.
d)
Simpati : suatu proses di mana seseorang merasa
tertarik kepada pihak lain. Atau proses kejiwaan apabila seorang individu
merasa tertarik pada orang lain atau sekelompok orang.
e)
Empati : hampir sama seperti simpati.
Perbedaannya, proses empati lebih dalam sehingga seseorang akan merasakan apa
yang dirasakan oleh orang lain itu.
f)
Motivasi : dorongan yang ada dalam diri
seseorang yang mendasari orang melakukan perbuatan.
Pembentukan Peran dan Status Sosial.
v
Peran (role) : tingkah laku yang diharapkan dari
seseorang sesuai dengan status (kedudukan) yang dimilikinya.
v
Status (kedudukan) : posisi seseorang di dalam
masyarakat.
v
Perbedaan antara peran dan status sosial yakni
peran berkaitan dengan tingkah laku seseorang sesuai dengan status sosialnya,
sedangkan status sosial berkaitan dengan posisi yang diduduki seseorang dalam
lingkungan suatu masyarakat tertentu.
v
Macam status :
1.
Ascribe status : status seseorang dalam
masyarakat yang diperoleh secara turun-temurun. Diperoleh karena kelahiran atau
adat istiadat setempat.
2.
Achieved status : status yang dicapai seseorang
dengan usaha-usaha yang disengaja. Diperoleh dengan tergantung pada kemampuan
masing-masing dalam mengejar dan mencapai tujuannya.
3.
Assigned status : suatu kedudukan yang
diberikan.
Informasi dari Globe.
a)
Globe dapat digunakan untuk berbagai kepentingan
:
b)
Menunjukkan bentuk bumi yang sebenarnya.
c)
Menunjukkan sistem garis lintang dan garis
bujur.
d)
Memperlihatkan gambar permukaan bumi yang utuh.
e)
Memperagakan gerak rotasi bumi.
f)
Memperagakan proses terjadinya siang dan malam.
g)
Menentukan/merencanakan perjalanan yang jauh
melalui udara atau laut.
h)
Memberikan gambaran tentang terbit dan
terbenamnya matahari.
i)
Memberikan gambaran tentang luas, laut, dan
benua.
j)
Pergantian musim.
k)
Letak daerah-daerah di berbagai tempat.
l)
Posisi suatu daerah di permukaan bumi.
Lapisan Atmosfer.
Troposfer.
a.
Merupakan lapisan atmosfer terendah.
b.
Ketinggian lapisan troposfer mencapai 8 km di
daerah kutub dan 16-18 km di daerah khatulistiwa.
c.
Terjadi berbagai gejala cuaca : awan, hujan, dan
angin.
Stratosfer.
a.
Terletak di atas troposfer sampai ketinggian 50
km.
b.
Terdapat lapisan ozon. Ozon : suatu bentuk gas
trioksigen (O3) yang menyerap sebagian besar sinar ultraviolet dari
matahari.
Mesosfer.
a.
Terletak di atas stratosfer dengan ketinggian di
antara 50-80 km.
b.
Melindungi bumi dari meteor.
c.
Memantulkan gelombang radio.
Termosfer.
a.
Terletak di atas mesosfer dengan ketinggian di
antara 80-500 km.
b.
Terjadi kenaikan suhu udara secara tajam karena
adanya radiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari.
c.
Memiliki lapisan ionosfer, yaitu lapisan dari
partikel bermuatan listrik yang dapat memantulkan gelombang radio ke seluruh
dunia.
Eksosfer.
a.
Terletak di atas lapisan termosfer dan merupakan
lapisan paling atas dengan ketinggian maksimal yang tidak diketahui.
b.
Tidak mengandung udara sedikit pun.
c.
Pengaruh gaya gravitasi sangat kecil.
Hujan.
v
Hujan : peristiwa jatuhnya titik-titik air dari
atmosfer ke permukaan bumi.
v
Curah hujan : banyak sedikitnya hujan yang jatuh
pada suatu tempat di permukaan bumi.
v
Fluviometer/ombrometer : alat yang dapat
mengukur banyak sedikitnya curah hujan dengan satuan ukur milimeter (mm).
v
Proses terjadinya hujan :
v
Hujan terjadi karena massa udara yang mengandung
uap air naik ke atas. Kemudian, uap air tersebut mengalami titik jenuh dan
pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air (kondensasi). Titik-titik
air tersebut membentuk awan. Jika awan tersebut bertambah dingin, lama-kelamaan
bertambah berat, kemudian perlahan-lahan jatuhlah hujan.
v
Tipe-tipe hujan :
Ø
Hujan orografis atau hujan pegunungan : hujan
yang terjadi apabila angin yang membawa uap air harus naik ke atas pegunungan
(oro), awannya bertambah berat dan turunlah hujan.
Ø
Hujan zenithal atau hujan konveksi : hujan yang
terjadi karena kuatnya pemanasan matahari di khatulistiwa dan menyebabkan
terjadinya penguapan yang naik secara vertikal (konveksi). Massa udara yang
naik tersebut terus mengalami penurunan suhu sehingga terjadi pengembunan dan
awan konveksi. Awan tersebut kemudian jatuh menjadi hujan.
Ø
Hujan frontal : hujan yang terjadi apabila ada
pertemuan massa udara panas yang mengandung air dengan massa udara dingin di
sepanjang daerah miring (front). Di daerah itu kemudian terjadi pengembunan
yang luar biasa sehingga jatuhlah hujan.
Air Tanah.
v
Air tanah : air yang terdapat atau tersimpan
dalam lapisan tanah dan batuan.
v
Lapisan pembawa/penghantar air (akuifer) :
lapisan di dalam bumi yang mudah membawa atau dilewati air.
v
Proses infiltrasi : gerakan meresapnya air ke
dalam tanah melalui pori-pori tanah.
v
Proses perkolasi : gerakan air yang meresap ke
dalam tanah melalui celah bebatuan hingga menjadi jenuh.
v
Berdasarkan asal-usulnya, 3 macam air tanah :
1.
Air meteorit atau air vados : aie tanah yang
berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah.
2.
Air yuvenil : air tanah yang berasal dari air
magmatik (air yang berasal dari magma) atau air vulkanis.
3.
Air fosil atau air connate : air tanah yang
terjebak pada pori-pori batuan pada saat batuan tersebut terbentuk.
v
Berdasarkan letaknya, 2 macam air tanah :
1.
Air tanah dangkal atau air preatis : air tanah
yang terdapat di atas lapisan tanah yang kedap air (impermeable) dan dekat
dengan permukaan bumi. Contoh : air sumur.
2.
Air tanah dalam : air tanah yang terdapat pada
lapisan di antara dua lapisan tanah/batuan yang kedap air. Contoh : sumber air
artesis yang airnya berasal dari air dalam tanah.
Sungai.
v
Sungai : aliran air yang bergerak melalui
saluran yang memanjang mulai dari pegunungan atau perbukitan sebagai sumber
mata air melewati dataran rendah hingga bermuara di danau, rawa, dan laut
secara alami. Atau massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah.
v
Kanal : aliran seperti sungai yang dibuat
manusia.
v
Hulu : bagian badan sunan yang dekat dengan mata
air.
v
Hilir : bagian badan sungai yang berada di
tengah.
v
Muara : bagian sungai di akhir pembuangan.
v
Anak sungai : cabang dari sungai utama.
v
Berdasarkan pola alirannya :
1.
Sungai rectanguler.
2.
Sungai anular.
3.
Sungai dendritik.
4.
Sungai radial.
5.
Sungai trellis.
6.
Sungai pinnate.
v
Berdasarkan struktur geologi :
1.
Sungai anteseden.
2.
Sungai imposed.
v
Berdasarkan genetikanya :
1.
Sungai konsekuen.
2.
Sungai resekuen.
3.
Sungai insekuen.
4.
Sungai inkonsekuen.
5.
Sungai obsekuen.
6.
Sungai subsekuen.
v
Berdasarkan sumber airnya, (buku Erlangga kelas
7) :
1.
Sungai hujan.
2.
Sungai campuran.
3.
Sungai gletser.
4.
Sungai mata air.
v
Berdasarkan sumber airnya, 3 macam sungai :
1.
Sungai hujan : sungai yang memperoleh air dari
hujan dan mata air.
Contoh : sungai-sungai di Pulau Jawa, dan Kepulauan Nusa Tenggara.
2.
Sungai salju atau sungai gletser : sungai yang
memperoleh air dari salju atau gletser yang mencair.
3.
Sungai campuran : sungai yang memperoleh air
dari hujan, mata air, dan gletser yang mencair.
Contoh : sungai Memberamo dan sungai Digul di Pulau Papua.
v
Berdasarkan volume/debit airnya (keadaan airnya),
3 macam sungai :
1.
Sungai permanen : sungai yang debit airnya
relatif tetap sepanjang tahun.
Contoh : sungai Kapuas di Pulau Kalimantan.
2.
Sungai periodik : sungai yang debit airnya besar
pada musim penghujan dan kecil pada musim kemarau.
Contoh : sungai-sungai di Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Nusa Tenggara.
3.
Sungai episodik : sungai yang pada musim
penghujan debit alirannya besar, sedangkan pada musim kemarau kecil bahkan
sungainya kering.
Contoh : Sungai di daerah Gunung Kidul, Wonogiri.
v
Manfaat sungai :
a.
Keperluan air minum, mandi, dan mencuci.
b.
Kebutuhan untuk pengairan area pertanian.
c.
Pembangkit tenaga listrik.
d.
Budi daya perikanan air tawar.
e.
Sarana lalu lintas air.
f.
Sumber bahan bangunan, seperti pasir, kerikil,
dan batu kali.
g.
Sebagai sarana industri, seperti produksi air
mineral.
Lautan / Samudra (zona kedalaman).
IPS Terpadu Intan Pariwara :
a.
Zona Litoral atau pantai : wilayah antara garis
pasang dan garis surut air laut.
b.
Zona Neritik :
v
Kedalaman rata-rata kurang dari 200 m.
v
Dapat ditembus sinar matahari.
v
Biota laut dapat berkembang dengan baik.
v
Contoh : Paparan Sunda dan Paparan Sahul, Laut
Jawa, Laut Arafuru, serta Selat Sunda.
c.
Zona Batial :
v
Kedalaman 200-2.500 m.
v
Tidak dapat ditembus sinar matahari.
v
Kehidupan biota laut tidak begitu berkembang.
d.
Zona Abisal :
v
Kedalaman lebih dari 2.500 m.
v
Tidak dapat ditembus sinar matahari.
v
Bersuhu sangat dingin.
v
Kehidupan organisme hanya terbatas.
v
Contoh : Palung Laut Banda (7.440 m).
IPS Terpadu Yudhistira :
a.
Zona Litoral : wilayah laut yang terletak di
antara pasang naik tertinggi dan pasang surut terendah.
b.
Zona Neritik : wilayah laut yang terletak mulai
dari batas air laut terendah sampai kedalaman 200 m.
c.
Zona Batial : wilayah laut dengan kedalaman
200-4.000 m.
d.
Zona Abisal : wilayah laut dengan kedalaman
lebih dari 1.000 m.
IPS Terpadu Erlangga :
a.
Zona Litoral : wilayah laut yang dibatasi oleh
pasang surut material pasir dan kerikil. Organismenya : tumbuhan & binatang
pantai.
b.
Zona Neritik : wilayah laut yang terletak dari
pasang surut sampai kedalaman 200 m dan merupakan daerah yang kaya akan
vegetasi dan binatang (daerah penangkapan ikan).
c.
Zona Batial : wilayah laut yang terletak pada
kedalaman antara 200-2.000 m dengan materialnya lumpur. Pada zona ini ikannya
besar, namun tumbuhan sulit untuk hidup.
d.
Zona Abisal : wilayah laut yang terletak pada
kedalaman lebih dari 2.000 m (wilayah laut dalam). Dasar laut tidak terjangkau
oleh sinar matahari sehingga tidak ada tumbuhan. Spesies binatangnya hanyalah
yang dapat menyesuaikan diri dengan suhu, persediaan makanan, dan oksigen.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar