Jumat, 18 Maret 2016

RANGKUMAN MATERI IPS (US SMP NEGERI 1 SUMPIUH) KELAS 7, 8, & 9

rangkuman materi us 2015/2016
Ilmu Pengetahuan Sosial
    
    
    



Table of Contents

Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang.


Negara berkembang :

1.    Permodalan yang ditanamkan masih relatif kecil
2.    Tenaga ahli belum banyak tersedia
3.    Angka kematian bayi yang masih tinggi
4.    Pendapatan per kapita umumnya kecil
5.    Sebagian besar penduduk berempat tinggal di pelosok (desa)
6.    Angka harapan hidup rendah
7.    Perekonomian sebagian besar didorong dari sektor pertanian
8.    Tingkat pendidikan penduduknya masih relatif rendah
9.    Pertumbuhan penduduk tinggi
10.  Jumlah penduduk besar
11.  Angka kepadatan penduduk tinggi
12.  Angka pengangguran tinggi
13.  Angka beban ketergantungan tinggi
14.  Tingkat kesehatan penduduk rendah
15.  Memiliki utang luar negeri dalam jumlah besar
16.  Lapangan kerja terbatas
17.  Tingkat penguasaan teknologi yang rendah
18.  Rendahnya tingkat kesadaran hukum & hak asasi manusia
19.  Kualitas penduduk rendah
20.  Mata pencaharian penduduk umumnya : petani, buruh, dan karyawan.

Negara maju :

1.    Tersedianya modal yang besar
2.    Tersedia banyak tenaga ahli
3.    Pendapatan per kapita tinggi
4.    Angka kematian bayi rendah
5.    Sebagian besar penduduk tinggal di perkotaan
6.    Perekonomian di dorong dari sektor industri dan jasa
7.    Tingkat pendidikan penduduknya tinggi
8.    Angka harapan hidup yang tinggi
9.    Tingkat pertumbuhan penduduk tergolong rendah
10.  Mampu menekan laju pertumbuhan penduduk
11.  Jumlah penduduk rendah/sedikit
12.  Piramida penduduk berbentuk konstruktif (jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua seimbang)
13.  Angka beban ketergantungan rendah
14.  Persentase pengangguran rendah
15.  Lapangan pekerjaan tersedia banyak
16.  SDM yang berkualitas tinggi
17.  Tingkat kesadaran kesehatan tinggi
18.  Tingkat kesehatan penduduk tinggi

  

Perang Dunia 2.

Terjadi pada : 1 September 1939 – 2 September 1945

Latar belakang :

·         Secara umum :
a.    Liga Bangsa-Bangsa tidak mampu mencegah pertikaian yang terjadi, khususnya di Eropa.
b.    Perlombaan pengadaan senjata di berbagai negara.
c.    Perasaan saling curiga antarnegara membentuk aliansi politik.
d.    Munculnya negara ultranasional yang menjalankan imperialisme gaya baru.
e.    Terjadi penyerbuan-penyerbuan.
·         Sebab khusus :
a.    Serangga kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939.
b.    Penyerbuan Jepang atas Tiongkok pada tahun 1937.
c.    Penyerbuan Jepang atas pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941.

       Tahap-tahap :

a.    Tahap permulaan (1939-1942) : negara sentral memperoleh kemenangan.
b.    Tahap titik balik (1942) :
ü  Kekalahan Jepang dalam pertempuran di Laut Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
ü  Jerman dipukul mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12 Oktober 1942.
ü  Jerman kalah melawan tentara Uni Soviet dalam pertempuran di Stalingrad pada tanggal 19 November 1942.
c.    Tahap akhir (1943-1945) : negara-negara sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang menentukan bagi kekalahan blok sentral.

Medan-medan :

Eropa :

Jerman menyerbu sebagian besar wilayah Eropa menggunakan taktik blitzkrieg (perang kilat).
Wilayah yang berhasil ditaklukkan :
·         Polandia (September 1939)
·         Denmark (April 1940)
·         Norwegia (April 1940)
·         Belgia (Mei 1940)
·         Belanda (Mei 1940)
·         Luksemburg (Mei 1940)
·         Prancis (Mei 1940)
·         Yugoslavia (April 1941)
·         Yunani (April 1941)
Pasukan Jerman menyerang Uni Soviet / Juni 1941.
Uni Soviet bersama Inggris dan Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman / Desember 1941.
Pada musim dingin tahun 1942-1943 pasukan Jerman mulai mundur.
Pada bulan April 1945 pasukan Uni Soviet memasuki Berlin.
Dua juta lebih serdadu sekutu mendarat pada 6 Juni 1944 (yang dikenal dengan D-Day) di Normandia, Prancis.
Jerman menyerah pada Mei 1945.

Pasifik :

Jepang membuka perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Habour, pangkalan militer Amerika Serikat / 7 Desember 1941.
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang / 8 Desember 1941.
Untuk membalas serangan Jepang Sekutu menggunakan taktik loncat katak (serangan dari pulau satu ke pulau lain) yang dipimpin Jenderal Douglas Mac Arthur & Laksamana Chester Nimitz.
Jepang dihancurkan sekutu di laut karang dan midway / 7 Mei 1942.
Jepang mengalami kekalahan besar di laut kanal.
Kota Hiroshima dibom atom oleh AS / 6 Agustus 1945.
Kota Nagasaki dibom atom oleh AS / 9 Agustus 1945.
Pada 14 Agustus 1945 kaisar Hirohito menyatakan kesediaan menyerah tanpa syarat kepada sekutu melalui pidato radio.

Afrika :

Diawali dengan upaya Jerman yang ingin menguasai Terusan Suez dengan memerintahkan Italia menyerbu Mesir, namun serangan Italia dapat dipukul mundur hingga Abesinia oleh Sekutu.

Akhir PD 2 :

ü  Jepang menyerah dan menandatangani perjanjian di atas kapal USS Missouri pada 2 September 1945 di teluk Tokyo.
ü  Blok Sentral telah menyerah kepada Sekutu pada Mei 1945.
·         Sebab kekalahan blok sentral :
1.    Tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam yang mencukupi kebutuhan perang.
2.    Masuknya Uni Soviet ke dalam blok sekutu.
3.    Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat menunjang kebutuhan perang.
4.    Blok sekutu lebih memiliki keunggulan teknologi persenjataan.
·         Penandatanganan perjanjian :
1.    Perjanjian Postdam.
a.    Jerman dibagi menjadi dua daerah pendudukan :
Jerman Timur = Uni Soviet / Rusia, Jerman Barat = AS, Inggris, Prancis.
b.    Kota Berlin Di Jerman timur dibagi menjadi 4 daerah pendudukan.
c.    Jerman harus mengurangi angkatan perangnya.
d.    Pengadilan bagi penjahat perang.
e.    Jerman harus membayar ganti rugi perang.
f.     Danzig dan daerah Jerman sebelah timur sungai oder dan niesse diberikan kepada Polandia.
2.    Perjanjian antara Sekutu dengan Jepang pada tanggal 2 September 1945 di kapal USS Missouri / dokumen Japanese Instrument of Surrender yang disahkan di San Fransisco pada 8 September 1945.
Isi :
a.    Untuk sementara kepulauan Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS.
b.    Pulau Kurile dan Sakhalin diserahkan kepada Uni Soviet.
c.    Manchuria dan Taiwan diserahkan kepada Tiongkok.
d.    Pengadilan terhadap penjahat perang.
e.    Jepang diharuskan membayar kerugian perang.
3.    Perjanjian perdamaian Persia pada Februari 1945 menentukan nasib Italia.
a.    Daerah Italia dipersempit.
b.    Triest menjadi daerah merdeka di bawah pemerintahan PBB.
c.    Ethiopia dan Albania bebas dari kekuasaan Italia.
d.    Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil oleh Inggris.
e.    Italia harus membayar kerugian perang.
·         Dampak :
a.    Bidang Politik :
Ø  AS & Uni Soviet muncul sebagai negara superpower.
Ø  Negara-negara Eropa (Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman) perannya dalam percaturan internasional mulai memudar.
Ø  Terjadi perang dingin (persaingan dan perebutan pengaruh antara AS dengan Uni Soviet).
Ø  Beberapa negara terpecah (Korea, Vietnam, & Jerman).
Ø  Terbentuknya persekutuan militer/pakta pertahanan (NATO & pakta Warsawa).
b.    Bidang Ekonomi :
Ø  Truman Doctrine untuk membantu Turki & Yunani.
Ø  Marshal Plan untuk membangun kembali Eropa.
Ø  Point Four Truman untuk bantuan bagi negara-negara yang masih terbelakang, terutama Asia.
Ø  Colombo Plan yang disponsori Inggris ingin membentuk kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
c.    Bidang Sosial dan Kerohanian :
Ø  PD 2 menimbulkan bencana besar bagi umat manusia (kerugian harta benda, kematian, anak kehilangan orang tua, & orang cacat korban perang).
Ø  Dibentuknya PBB / 24 Oktober 1945.
Ø  PBB membentuk UNRRA yang bertugas :
1.    Memberi makan kepada orang-orang terlantar.
2.    Mendirikan rumah sakit.
3.    Mengurus pengungsi dan mempertemukan dengan keluarganya.
4.    Memperbaiki kembali tanah yang rusak akibat perang.

Pertempuran Heroik Surabaya.

25 Oktober 1945 tentara sekutu mendarat di Tanjung Perak, Surabaya, Di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby yang diikuti oleh NICA.
NICA melancarkan hasutan sehingga timbul kekacauan di Surabaya yang lalu berkembang menjadi pertempuran antara rakyat Surabaya dan Tentara Sekutu.
Sebagai upaya menghentikan pertempuran Presiden Soekarno berunding dengan Mallaby untuk melakukan gencatan senjata, tetapi masih terjadi pertempuran di berbagai tempat, salah satunya gedung Bank Internasional di jembatan merah yang diduduki pasukan Inggris. Kemudian pemuda-pemuda yang mengepung gedung tersebut meminta agar pasukan Mallaby menyerah, pada peristiwa itu Mallaby terbunuh.
Letnan Jenderal Christison, Panglima Sekutu d Indonesia, meminta kepada pemerintah Indonesia menyerahkan orang-orang yang diduga membunuh Mallaby, hal ini diikuti dengan ultimatum dari Mayor Jenderal Mansergh yang isinya memerintahkan rakyat Surabaya menyerahkan senjatanya paling lambat 9 November 1945 pukul 18.00 WIB. Apabila tidak dilaksanakan kota Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan udara. Rakyat Surabaya menolak ultimatum dan siap melawan.
10 November 1945 pukul 06.00 tentara sekutu menggempur Surabaya dari darat, laut, dan udara. Dibawah pimpinan Gubernur Suryo dan Sutomo rakyat Surabaya tidak mau menyerah. Pertempuran berlangsung hingga awal Desember. 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Serangan Umum 1 Maret 1949.

Inisiatif serangan umum bermula dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang mendengar kabar berita dari siaran radio (Voice of America, BBC, dan ABC) bahwa forum Dewan Keamanan PBB akan membicarakan masalah Indonesia pada bulan Maret 1949. Ia berpendapat bahwa pihak RI perlu membuat kejutan yang mampu membuka pandangan dunia terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Kemudian Sri Sultan mengirim surat kepada Panglima Besar Soedirman yang isisnya meminta izin agar diadakan serangan umum. Sebagai balasannya, Panglima Besar Soedirman mengatakan agar Sri Sultan berhubungan langsung dengan Letkol. Soeharto (Komandan Brigade 10 Daerah Wehrkreise III di Yogyakarta). Kedua pihak sepakat menyusun rencana serangan umum atas kedaulatan Belanda di Yogyakarta yang dipimpin Kolonel van Langen.
Untuk mempermudah koordinasi penyerangan, wilayah serangan dibagi menjadi 5 sektor :
1.    Sektor barat dipimpin Letkol. Ventje Sumual.
2.    Sektor selatan dan timur dipimpin Mayor Sarjono.
3.    Sektor utara dipimpin Mayor Kusno.
4.    Sektor kota dipimpin Amir Murtono dan Letnan Marsudi.
Serangan umum dilancarkan pada pukul 06.00 bersamaan dengan dibunyikannya sirine tanda jam malam berakhir. Belanda terkejut dan kewalahan menghadapi serangan mendadak di pagi hari itu. Mereka tidak sempat melakukan koordinasi dengan baik. Apalagi alat komunikasi telah banyak disabot oleh pihak RI. Dalam waktu singkat tentara RI berhasil memukul semua posisi militer Belanda. Selama 6 jam Yogyakarta dikuasai Indonesia.
Keesokan harinya, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 ini dilaporkan oleh R. Sumardi ke pemerintahan PDRI di Bukittinggi melalui radiogram. Berita itu kemudian dilaporkan pada A.A. Maramis (diplomat RI di New Delhi, India) dan L.N. Palar (diplomat RI di New York, AS). Peristiwa ini disiarkan pula keluar negeri dengan pemancar radio di Wonosobo.
Tepat pukul 12.00, pasukan RI mengundurkan diri dari daerah pendudukannya. Ketika bala bantuan Belanda tiba di Yogyakarta, pasuk RI sudah tidak ada. Dengan kendaraan lapis baja, Belanda hanya mampu menghantam daerah-daerah sepanjang pengunduran pasukan RI.
Dampak Serangan Umum 1 Maret :
1.    Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pemerintah RI masih ada dan TNI masih mempunyai kemampuan menyerang.
2.    Mendukung perjuangan diplomasi pemerintah RI di forum PBB.
3.    Mendorong terjadinya perubahan sikap Amerika Serikat yang berbalik menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan pihak RI.
4.    Meningkatkan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya.
5.    Mematahkan moral dan semangat pasukan Belanda.

Konferensi Meja Bundar (KMB).

Berlangsung pada : 23 Agustus-2 November 1949.
Dihadiri 4 delegasi :
a.    Delegasi RI dipimpin Mohammad Hatta
b.    Delegasi BFO dipimpin Sultan Hamid II
c.    Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin J.H. van Maarseveen
d.    UNCI diketuai Chritchley.
Ketua KMB : Perdana Menteri Dr. Willem Dress.
Mediator dalam KMB : komisi PBB untuk Indonesia, yaitu United Nation Commision for Indonesia (UNCI).
Hasil-hasil KMB :
Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949.
Beberapa persetujuan pokok tentang masalah keuangan, ekonomi budaya, dan kerja sama luar negeri dalam bidang pertahanan.
Penyelesaian masalah Irian Barat ditunda selama 1 tahun sesudah pengakuan kedaulatan.
Dalam bidang militer disepakati adanya pembentukan APRIS dengan TNI sebagai intinya, pembubaran KNIL dan pemasukan bekas anggota KNIL dalam APRIS serta pemulangan tentara Belanda.
Pada 27 Desember 1949 pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada pemerintah RIS. Upacara penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan dilakukan di dua tempat :
Di Belanda : penyerahan kedaulatan dilakukan oleh Ratu Yuliana kepada Mohammad Hatta (ketua delegasi RIS).
Di Jakarta : penyerahan kedaulatan dilakukan Wakil Tinggi Mahkota Belanda, A.H.J. Lovink kepada wakil pemerintah RIS, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Peristiwa Politik Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (Kabinet, Dekrit Presiden, dan Kebijakan Ekonomi).

Kabinet :

a.    Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951)
v  Berlangsung perundingan Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.
v  Masalah keamanan dalam negeri yang dihadapi :
1.    Gerakan D/TII
2.    Gerakan Andi Azis
3.    Gerakan ARPA
4.    Gerakan RMS
v  Menyerahkan mandat pada 22 Januari 1951 setelah adanya mosi tidak percaya dari PNI.
b.    Kabinet Sukiman-Suwirjo (27 April 1951-3 April 1952)
v  Terjadi pertukaran Nota Keuangan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Ahmad Soebardjo, dan Duta Besar Amerika Serikat, Merle Cochran yang berisi mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari AS kepada RI berdasarkan Mutual Security Act (MSA) yang dianggap melanggar politik lumat negeri Indonesia. Sehingga PNI mengeluarkan mosi tidak percaya.
v  27 Februari 1952 secara resmi menyerahkan mandat kepada presiden Soekarno.
c.    Kabinet Wilopo (3 April 1952-27 Februari 1953)
v  Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952 : pemerintah berupaya menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang di kalangan partai politik.
v  Muncul konflik intern TNI.
v  Terjadi peristiwa Tanjung Morawa / 16 Maret 1953 mengenai perkebunan di Deli, Sumatra Timur.
v  Mengembalikan mandat pada 2 Juni 1953 setelah adanya mosi tidak percaya dari PNI berkaitan masalah pendudukan tanah secara ilegal.
d.    Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953-24 Juli 1955)
v  Mulai dipersiapkan pemilu untuk memilih anggota parlemen yang rencana akan dilaksanakan pada 29 September 1955.
v  Berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.
v  Muncul konflik antara PNI dan NU.
v  NU memutuskan menarik menteri-menterinya pada 20 Juli 1955 yang diikuti partai lainnya.
v  Mengembalikan mandat kepada wakil presiden Moh. Hatta pada 24 Juli 1955.
e.    Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3 Maret 1956)
v  Berhasil melaksanakan pemilu demokratis pertama :
·         29 September 1955 / DPR
·         15 Desember 1955 / Konstituante
v  Membubarkan Uni Indonesia-Belanda.
v  Pemberantasan korupsi dilakukan dengan menangkap para pejabat tinggi oleh polisi militer.
v  Mengembalikan mantap pada 3 Maret 1956 kepada presiden Soekarno.
f.     Kabinet Ali Sastroamidjojo II ( 20 Maret 1956-14 Maret 1957)
v  Pembatalan seluruh hasil perjanjian KMB : 3 Mei 1956 Presiden Soekarno menandatangani Undang-Undang Pembatalan Hasil KMB.
v  Perjuangan merebut Irian Barat.
v  Muncul pergolakan di berbagai daerah yang mengarah pada gerakan separatisme.
v  Perpecahan antara Masyumi dan PNI berkaitan pergolakan di berbagai daerah menjadi akhir dari kabinet ini.
g.    Kabinet Djuanda (9 April 1957-5 Juli 1959)
v  Dikeluarkannya Deklarasi Djuanda untuk mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia.
v  Pemerintah membentuk Dewan Nasional : untuk menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan dalam masyarakat.
v  Pemerintah mengadakan Musyawarah Nasional : untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah.
v  Terjadi peristiwa Cikini (30 November 1957), yaitu percobaan pembunuhan terhadap presiden Soekarno di Perguruan Cikini.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :

Terjadi karena : kegagalan dari Konstituante yang tidak mampu menyusun konstitusi baru.
Dengan tujuan : menjaga persatuan dan keselamatan negara, serta keberlangsungan pembangunan.
Isi :
a.    Pembubaran Konstituante.
b.    Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
c.    Pembentukan MPRS dan DPAS.

Kebijakan Ekonomi :

a.    Pemberlakuan sistem ekonomi Ali Baba.
Ø  Pengusaha nonpribumi (Tionghoa) wajib memberikan latihan-latihan kepada pengusaha pribumi.
Ø  Pemerintah juga menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional.
Ø  Pemrakarsa penggalangan kerja sama antara pengusaha Tionghoa dan pribumi = Mr. Iskak Cokrohadisuryo (Kabinet Ali Sastroamidjojo I).
b.    Penerapan sistem ekonomi Gerakan Benteng.
Ø  Upaya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan pengusaha perusahaan importir asing.
Ø  Dilaksanakan pada masa kabinet Natsir.
Ø  Caranya : membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi.
Ø  Pemerintah memberikan kredit pada lebih kurang 700 perusahaan pribumi agar dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional.
c.    Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada tanggal 15 Desember 1952 melalui UU No. 24 tahun 1951.
Tujuan :
Ø  Untuk menaikan pendapatan.
Ø  Menurunkan biaya ekspor.
Ø  Melakukan penghematan secara drastis.
Bank Indonesia berfungsi sebagai :
Ø  Bank sentral.
Ø  Bank sirkulasi.
d.    Penerapan kebijakan Gunting Syafruddin.
Ø  Pemotongan nilai mata uang (sanering) pada tanggal 20 Maret 1950 untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar inflasi turun.
Ø  Caranya : memotong semua uang yang bernilai Rp 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya.
e.    Perundingan masalah finansial ekonomi antara pihak Indonesia dan Belanda.
Ø  Anak Agung Gde Agung dikirim ke Jenewa, Swiss / 7 Januari 1956.
Ø  Dalam perundingan disepakati pembubaran persetujuan Finek hasil KMB.
Ø  Kabinet Burhanuddin Harahap membubarkan Uni Indonesia-Belanda pada 13 Februari 1956.

Pengertian Perubahan Sosial Budaya.

Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial budaya dalam kehidupan masyarakat.
a.    John Lewis Gillin dan John Philips Gillin : suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, serta karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
b.    Samuel Koening : perubahan sosial budaya menunjuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola kehidupan manusia. modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern dan ekstern.
c.    Selo Sumardjan : segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
d.    Kingsley Davis : perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
e.    Mac Iver : perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.
f.     William F. Ogburn : perubahan sosial budaya mencangkup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun nonmaterial.

Perubahan Sosial Budaya dan Pengaruhnya (positif / negatif).

·         Perubahan sosial yang pengaruhnya besar : perubahan sosial budaya yang dapat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan dan membawa perubahan pada struktur sosial masyarakat.
Contoh : proses industrialisasi.
·         Perubahan sosial yang pengaruhnya kecil : perubahan sosial budaya yang tidak memengaruhi berbagai aspek kehidupan, melainkan perubahan itu hanya membawa perubahan pada struktur sosial.
Contoh : perubahan mode pakaian, mode rambut, mode sepatu, dan mode telepon seluler.
·         Perubahan progres : perubahan yang membawa kemajuan atau keuntungan bagi masyarakat.
Contoh : perkembangan iptek.
·         Perubahan regresi : perubahan yang membawa kemunduran bagi masyarakat pada bidang tertentu.
Dampak perubahan sosial :
a.    Positif :
1.    Memiliki nilai dan norma baru.
2.    Mendorong perkembangan iptek.
3.    Muncul lapangan pekerjaan baru.
b.    Negatif :
1.    Budaya nasional mulai luntur.
2.    Ketertinggalan budaya.
3.    Lembaga sosial tidak berfungsi secara maksimal.
4.    Terjadi pergeseran nilai dan norma sosial.

Fungsi Uang.

·         Fungsi asli :
1.    Sebagai alat tukar.
2.    Sebagai alat satuan hitung.
·         Fungsi turunan :
1.    Sebagai alat pembayaran yang sah.
2.    Alat pembayaran utang.
3.    Alat pemindah kekayaan.
4.    Alat pendorong status sosial.
5.    Alat penimbun/penyimpan kekayaan.
6.    Alat pembentuk modal.
7.    Alat pendorong/penggerak kegiatan ekonomi.
8.    Sebagai komoditas atau barang dagangan.

Jenis-jenis Bank.

a.    Bank sentral : lembaga keuangan negara yang bersifat Independen sehingga bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur odalan undang-undang. Tujuan bank sentral (Bank Indonesia) : mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
b.    Bank umum : bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip Syariah dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Tujuan : mencari keuntungan sebesar-besarnya.
c.    Bank perkreditan rakyat : bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
d.    Bank Syariah : bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah. Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan Syariah.

Faktor Pendorong Terjadinya Perdagangan Internasional.

a.    Perbedaan keadaan geografis suatu negara.
b.    Perbedaan sumber daya alam.
c.    Perbedaan kemajuan iptek.
d.    Keinginan memenuhi kebutuhan dalam negeri/nasional.
e.    Keinginan meningkatkan produktivitas hasil produksi.
f.     Adanya spesialisasi produksi yang menguntungkan.
g.    Perkembangan sistem komunikasi da sarana transportasi.
h.    Keinginan memperluas pasar produk dalam negeri.
i.      Menjalin kerja sama antarnegara di bidang ekonomi.
j.      Persamaan selera masyarakat terhadap produk tertentu.
k.    Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan.
l.      Perbedaan harga barang.

Menghitung Jarak di Bumi dengan Skala.

Skala =
Jarak pada peta = jarak sebenarnya x skala
Jarak sebenarnya =
Jarak sebenarnya = jarak pada peta x penyebut skala

Simbol Peta / Gradasi Warna.

Atlas :

COKLAT

> 2.000 m
ORANGE TUA

1.000 m - 2.000 m
ORANGE

500 m - 1.000 m
KUNING

300 m - 500 m
HIJAU MUDA

100 m - 300 m
HIJAU

0 m - 100 m
BIRU MUDA

0 m - 200 m
BIRU

200 m - 3.000 m
BIRU TUA

> 3.000 m

IPS Terpadu Yudhistira :

Cokelat tua : pegunungan tinggi.
Cokelat muda : pegunungan rendah.
Kuning : dataran tinggi atau Plato.
Hijau : dataran rendah.
Biru muda : perairan dangkal (0-200 m).
Biru tua : perairan dalam (> 200 m).
Merah : jalan (garis), ibu kota (titik/lingkaran), dan gunung berapi yang masih aktif (segitiga).
Hitam : batas administrasi (garis) dan kota-kota (titik/lingkaran).

Peta Asia Tenggara (Indo-cina). 


Peta Samudra di Dunia.


Peta Kontur / Gunung, Pegunungan.

Ci =  1/2.000 x penyebut skala

Badan Kerja Sama Ekonomi Multilateral (PBB / dunia).

Economic and Social Council (Ecosoc) : badan khusus PBB yang menyusun kebijakan dan rekomendasi untuk disampaikan kepada negara-negara anggota PBB.
Tugas :
v  Bertanggung jawab dalam meningkatkan standar kehidupan masyarakat dunia.
v  Mencari solusi masalah perekonomian internasional.
v  Memfasilitasi kerja sama internasional di bidang budaya dan pendidikan.
A.   WHO/World Health Organization (kesehatan).
B.    ILO/International Labour Organization (buruh).
C.   FAO/Food Agricultural Organization (pangan).
D.   UNESCO/United Nations Education Scientific and Cultural Organization (pendidikan dan kebudayaan).

Letak Astronomis Indonesia.

= 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT.

Fauna (hewan) Tipe Asiatis (ciri-ciri / contoh).

Jenis fauna tipe asiatis : gajah, banteng, beruang, orang hutan, harimau, tapir, rusa, badak bercula satu, burung elang, kerbau, babi hutan, buaya, trenggiling, biawak, bunglon, kijang, dll.

Kerusakan Lingkungan Akibat Peristiwa Alam.

Letusan Gunung Berapi :

v  Material padat yang dilemparkan dari letusan gunung berapi (batuan, kerikil, dan pasir) dapat menimpa perumahan, daerah pertanian, dan hutan.
v  Hujan abu vulkanik menyebabkan terganggunya pernapasan, pemandangan yang gelap, dan lingkungan yang kotor.
v  Lava panas yang meleleh dapat merusak dan mematikan apa saja yang dilewatinya.
v  Awan panas dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya.
v  Gas beracun dapat mengancam keselamatan makhluk hidup di sekitar gunung berapi.

Gempa Bumi :

v  Tanah di permukaan bumi merekah sehingga menyebabkan jalan raya terputus.
v  Terjadi tanah longsor.
v  Merobohkan berbagai bangunan.
v  Terjadi banjir akibat rusaknya tanggul bendungan.
v  Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami.
v  Gempa dapat merenggut korban jiwa, luka berat, luka ringan, dan hilangnya orang.

Angin Topan :

v  Merusak/merobohkan rumah-rumah.
v  Areal perkebunan, pertanian, dan hutan rusak.
v  Membahayakan kegiatan penerbangan.
v  Menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat menenggelamkan kapal.

Banjir :

v  Merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya, jalan kereta api, rumah penduduk, dan areal pertanian.
v  Menimbulkan korban jiwa.

Tanah Longsor :

v  Menimbun/merusak daerah-daerah di bawah longsoran.
v  Dapat menimbulkan korban jiwa.
v  Hilangnya orang.

Tingkat Kesejahteraan Penduduk / Pendapatan per Kapita.

v  IPS Terpadu Intan Pariwara :
Negara maju : > US$12.747.
Negara berkembang : US$975 – US$3.855.
v  IPS Kreasi :
Negara maju : > $11.456.
Negara berkembang : $900 - $ 11.456.
Negara miskin : < $900.

Kebutuhan Manusia Menurut Tingkat Kepentingannya (Intensitasnya).

·         Kebutuhan primer/pokok/utama : kebutuhan manusia yang mutlak harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup.
Contoh : makanan, minuman, dan tempat tinggal (rumah).
·         Kebutuhan sekunder/kultural/pelengkap : kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini bersifat melengkapi kebutuhan manusia. kebutuhan sekunder disebut kebutuhan kultural karena sangat tergantung pada tingkat kebudayaan manusia.
Contoh : kebutuhan alat-alat rumah tangga, alat-alat sekolah, dan kendaraan.
·         Kebutuhan tersier : kebutuhan tambahan Yat berupa barang-barang mewah.
Contoh : perhiasan, mobil mewah, dan vila.

Sumber Modal Koperasi.

a.    Modal sendiri :
v  Simpanan pokok
v  Simpanan wajib
v  Cadangan
v  Hibah
b.    Modal pinjaman :
v  Anggota
v  Bank atau LKBB
v  Penerbitan

Pasar Menurut Wujudnya.

·         Pasar konkret : suatu tempat bertemu penjual dan pembeli secara langsung untuk melakukan transaksi jual-beli.
·         Pasar abstrak artinya terjadinya hubungan antara pembeli dan penjual secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi jual-beli.

Sistem Perekonomian Indonesia.

Sistem perekonomian merupakan perangkat atau alat yang dipilih dan digunakan negara untuk memecahkan persoalan-persoalan ekonomi secara menyeluruh dalam suatu negara. Atau suatu perangkat atau alat yang dipergunakan untuk menjawab permasalahan ekonomi yang terdiri dari apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.
Tujuan setiap sistem perekonomian :
a.    Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
b.    Pertumbuhan ekonomi.
c.    Kestabilan ekonomi tanpa pengangguran.
d.    Distribusi pendapatan yang merata.
e.    Perimbangan yang wajar antara kepentingan umum dan kepentingan perorangan (pribadi).
f.     Adanya dorongan atau insentif untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
g.    Adanya koordinasi yang efektif dan efisien terhadap semua pelaku dalam kegiatan ekonomi.
Macam-macam sistem perekonomian di dunia :
*      Sistem perekonomian liberal / pasar bebas / Laissez Faire : sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Atau sistem ekonomi yang pengelolaan ekonominya diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran).
*      Sistem perekonomian terpusat : sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengelolaannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
*      Sistem perekonomian campuran : gabungan antara sistem perekonomian yang ada (liberal, sosialis, terpusat) dengan tujuan mengurangi kekurangan-kekurangan sistem perekonomian tersebut.
*      Sistem perekonomian sosialis : sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi.
Sistem perekonomian di Indonesia :
a.    Sistem ekonomi demokrasi : sistem ekonomi di mana kegiatan perekonomian dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.
b.    Sistem ekonomi Pancasila.
c.    Sistem ekonomi kerakyatan : sistem ekonomi di mana masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah  menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Proses Terbentuknya Harga Pasar / Keseimbangannya.

*      Proses terbentuknya harga di pasar yaitu adanya permintaan dan penawaran di pasar mereka melakukan tawar-menawar sehingga terbentuk harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
*      Harga keseimbangan (Equilibrium) ialah harga yang menunjukkan keseimbangan antara jumlah barang yang diminta dengan barang yang ditawarkan/dijual.

Pajak.

Pengertian.

Ø  Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH. : pajak adalah peralihan kekayaan dari rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin, dan kelebihannya digunakan untuk investasi fasilitas umum seperti pembuatan jalan raya, jembatan, dan lain-lain.
Ø  UU no. 16 tahun 2000 : pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung.
Ø  Pajak : iuran yang harus dibayar oleh wajib pajak (masyarakat) kepada negara (pemerintah) berdasarkan undang-undang dan tidak memperoleh balas jasa secara langsung.

Asas pemungutan pajak (menurut Adam Smith).

a.    Asas kemampuan (Ability to Play) : pemungutan pajak didasarkan pada kemampuan wajib pajak.
b.    Asas kepastian (Certainly) : pemungutan pajak harus didasarkan pada kepastian hukum yang berlaku.
c.    Asas kesenangan (Convenience) : pemungutan pajak terhadap wajib pajak harus disertai dengan rasa senang karena mendapat perlindungan dan beberapa fasilitas umum dan pemerintah.
d.    Asas ekonomi : hasil pemungutan pajak harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien dengan kepentingan rakyat banyak.

Asas pemungutan pajak (IPS terpadu galileo) :

a.    Asas domisili (tempat tinggal) : cara pemungutan pajak yang didasarkan pada domisili (tempat tinggal) wajib pajak.
b.    Asas sumber : cara pemungutan pajak yang didasarkan pada sumber pendapatannya.
c.    Asas kebangsaan : cara pemungutan pajak yang tidak tergantung kepada kebangsaan wajib pajak.

Prinsip-prinsip pajak (IPS terpadu galileo) :

a.    Prinsip keadilan (Equity) : pajak dikenakan secara umum dan sesuai dengan kemampuan wajib pajak atau sebanding dengan tingkat penghasilannya.
b.    Prinsip kepastian (Certainly) : pemungutan pajak harus dilakukan dengan tegas, jelas, dan ada kepastian hukum.
c.    Prinsip kecocokan/kelayakan (Convience) : pajak yang dipungut hendaknya tidak memberatkan wajib pajak. Artinya pemerintah harus memperhatikan layak atau tidaknya seseorang dikenakan pajak sehingga orang yang dikenai pajak akan senang hati membayar pajak.
d.    Prinsip ekonomi (Economy) : pada saat menetapkan dan memungut pajak harus mempertimbangkan biaya pemungutan pajak. Jangan sampai biaya pemungutannya lebih tinggi dari pajak yang dikenakan.

Fungsi.

a.    Fungsi budgeter (anggaran).
Pajak mempunyai fungsi anggaran artinya hasil pemungutan pajak untuk mengisi kas negara. Karena pajak merupakan salah satu anggaran pendapatan pemerintah yang penting atau utama. Jumlah pajak senantiasa terus ditingkatkan setiap tahunnya.
b.    Fungsi regulasi (mengatur).
Pajak mempunyai fungsi mengatur, artinya dengan pemungutan pajak dimaksudkan dapat mengatur pendapatan masyarakat. Dengan sistem tarif pajak progresif dimaksudkan agar pendapatan masyarakat lebih merata.
c.    Fungsi stabilisasi.
Fungsi stabilisasi dimaksudkan penggunaan pajak sesuai dengan anggaran belanja yang sudah direncanakan. Pajak digunakan untuk menutup biaya rutin pemerintah dan juga untuk pembangunan sehingga apabila hal ini dapat dilaksanakan dengan baik maka perekonomian akan stabil dan terjadi pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan.

Ciri-ciri pajak :

a.    Bersifat dapat dipaksakan.
b.    Berdasarkan undang-undang.
c.    Wajib pajak tidak mendapat balas jasa secara langsung.
d.    Untuk kepentingan umum.

Dasar pemungutan pajak :

a.    Pasal 23 ayat 2 UUD 1945 : segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.
b.    Undang-undang perpajakan yang disempurnakan dan berlaku sejak 1 Januari 2001 :
Ø  UU no. 16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Ø  UU no. 17 tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh).
Ø  UU no. 18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPn) serta Pajak tentang Penjualan atas Barang Mewah (PPn Bm).
Ø  UU no. 20 tahun 2000 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Ø  UU no. 12 tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
Ø  Keputusan Menteri Keuangan no. 201/KMK. 04/2000 tentang Penyesuaian Besarnya NJOPTKP sebagai Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Banguanan.
Ø  UU no. 13 tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah no. 24 tahun 2000 tentang Bea Materai.

Unsur-unsur pajak :

a.    Subjek pajak : orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan termasuk pemungutan pajak atau pemotong pajak tertentu.
b.    Objek pajak : sesuatu yang dikenakan pajak.
c.    Tarif pajak : ketentuan besar kecilnya pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak terhadap objek pajak yang menjadi tanggungannya.
Ø  Tarif pajak progresif : tarif pungutan pajak dengan persentase yang semakin meningkat mengikuti pertambahan jumlah pendapatan yang dikenakan pajak.
Ø  Tarif pajak degresif : tarif pungutan pajak dengan persentase yang semakin kecil dengan semakin besarnya jumlah pendapatan yang dikenakan pajak.
Ø  Tarif pajak proporsional : tarif pungutan pajak dengan persentase tetap, betapapun jumlah pendapatan yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak.
Ø  Tarif pajak tetap : tarif pungutan pajak dengan besar yang sama untuk semua jumlah.

Kriteria pemungutan pajak :

*      Distribusi beban pajak harus adil.
*      Beban pajak harus lebih seminimal mungkin.
*      Pajak harus dapat memperbaiki ketidakefisienan.
*      Pajak harus mampu melakukan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
*      Sistem pajak harus dimengerti oleh wajib pajak.
*      Biaya administrasi dan biaya pelaksanaan haruslah sesedikit mungkin.
*      Memiliki kepastian.
*      Dapat dilaksanakan.
*      Dapat diterima.

Jenis-jenis pajak :

1.    Berdasarkan pihak yang memungut :
a.    Pajak negara : pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak dan Kantor Pelayanan Pajak di bawah Departemen keuangan.
b.    Pajak daerah : pajak yang pemungutannya dilakukan oleh pemerintah daerah.
2.    Berdasarkan sifatnya :
a.    Pajak subjektif : pajak yang pemungutannya berdasarkan diri wajib pajak.
b.    Pajak objektif : pajak yang pemungutannya berdasarkan objek atau tidak memperhatikan keadaan wajib pajak.
3.    Berdasarkan golongan :
a.    Pajak langsung : pajak yang harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
b.    Pajak tidak langsung : pajak yang harus dibayar pihak tertentu.

Istilah-istilah dalam perpajakan :

1.    Wajib pajak (WP) : pembayar pajak.
2.    Badan : bentuk Firma (Fa), Persekutuan komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, Yayasan, dan usaha lainnya.
3.    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai saran dalam administrasi perpajakan yang berfungsi sebagai tanda pengenal diri dalam melakukan kewajiban perpajakan.
4.    Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Pajak yang harus diisi wajib pajak untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak.
5.    Surat Setoran Pajak : surat yang oleh wajib pajak dipergunakan untuk mlakukan pembayaran pajak kepada negara.
6.    Tahun pajak : jangka waktu jatuh tempo pajak yang menggunakan tahun takwin atau tahun buku.
7.    Menghitung Pajak Sendiri (MPS) : pengisian SPT dilakukan sendiri oleh wajib pajak.

Relief Dasar Laut.

*      Shelf/dangkalan/paparan : dasar samudra yang dangkal sepanjang pantai, yang dalamnya kurang dari 200 m. Atau dasar laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 m yang dianggap sebagian dari daratan yang masuk ke dasar laut.
Contoh : Dangkalan Sunda di sekitar Selat Sunda.
*      Palung laut (trogh) : lembah dalam dan memanjang di dasar laut dengan tepi yang curam. Atau lembah/cekungan sempit di dalam laut dengan dinding curang dan kedalamannya > 6.000 m di bawah paras laut.
Contoh : palung Kai di dekat Pulau Papua.
*      Lereng benua (continental slope) : dasar laut yang merupakan kelanjutan dari dangkalan yang memiliki kedalaman kurang dari 1.500 m.
*      Atol : cincin besar yang terbentuk dari beberapa pulau karang (pulau koral) yang berkelompok.
*      Laguna : anak laut yang dangkal terdapat di tengah-tengah atol.
*      Lubuk laut (basin) : bagian laut yang dalam, terjadi karena pemerosotan dasar laut, berdinding curam, dan berbentuk mangkuk dengan kedalamannya hampir sama dengan palung laut (> 6.000 m).
Contoh : lubuk laut Banda di Maluku.
*      Ambang laut (drempel) : bagian laut yang dangkal karena dasar lautnya tinggi. Atau pergunungan/bukit-bukit di dasar laut yang memisahkan 2 buah laut.
Contoh : ambang laut Sulu.
*      Punggung laut : bagian-bagian dari dasar laut yang menjulang ke atas sebagai pegunungan di laut. Atau pegunungan/rangkaian bukit-bukit dalam laut yang dapat muncul di atas atau di bawah permukaan laut. Atau dasar laut yang berbentuk seperti punggung pegunungan (antiklinal), namun puncaknya belum mencapai permukaan laut.
Contoh : punggung laut Sibolga.
*      Gunung laut : gunung yang kakinya berada di dasar laut yang merupakan hasil kegiatan vulkanis (gunung api) di dasar laut dan puncaknya menjulang di atas permukaan laut.
Contoh : Gunung Krakatau di Selat Sunda.
*      Alur-alur laut : relief dasar laut sebagai hasil dari sungai yang mengalami penenggelaman.

Proses Alam Tenaga Endogen.

Proses alam endogen terdiri atas :
v  Tektonisme (Diastropisme) : tenaga dari dalam bumi yang dapat menyebabkan terjadinya perubhan letak atau pergeseran lapisan kerak bumi secara vertikal (naik-turun), horizontal (kanan-kiri), dan retakan.
Gerak tektonisme :
a.    Epirogenesis/epirogenesa : gerakan pergeseran lapisan kerak bumi secara perlahan-lahan, dalam jangka waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenesis/epirogenesa disebut sebagai gerakan pembentuk benua (kontinen).
Gerak epirogenesa terdiri dari :
À      Gerak epirogenesa positif : apabila permukaan air laut mengalami kenaikan.
À      Gerak epirogenesa negatif : apabila permukaan air laut mengalami penurunan.
b.    Orogenesis/orogenesa : gerakan pergeseran lapisan kerak bumi yang cepat, dalam waktu yang pendek, dan meliputi daerah yang sempit. Gerak orogenesis/orogenesa disebut sebagai gerak pembentuk gunung, pegunungan kelipatan, patahan, dan dislokasi.
Gerak orogenesis meliputi :
§  Pelengkungan (warping).
§  Pelipatan (folding).
Contoh : Pegunungan Kendeng.
Puncak lipatan disebut antiklinorium atau antiklinal.
Lembah lipatan disebut sinklinorium atau sinklinal.
Bentuk-bentuk lipatan :
1.    Lipatan tegak.
2.    Lipatan miring.
3.    Lipatan menggantung.
4.    Lipatan isoklin.
5.    Lipatan lebah.
6.    Lipatan klopak.
7.    Lipatan rebah.
8.    Lipatan sesar sekrup.
§  Patahan (fault), ada dua :
a.    Horst (patahan naik) : bagian antara dua patahan yang mengalami pengangkatan sehingga lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Contoh : Plato Schwarswald di timur Graben Rhine (Jerman).
b.    Graben/slenk (patahan turun) : suatu depresi (daerah cekungan seperti cawan yang mengalami pemerosotan sehingga lebih rendah dari permukaan air laut) yang terbentuk antara dua patahan yang naik (horst). Contoh : Slenk Semangko di sepanjang Bukit Barisan (Sumatra).
Contoh patahan : Pegunungan Selatan di Pulau Jawa dan Nusa Kambangan.
§  Retakan/diaklas/kekar (jointing) : sesaran tanpa disertai dislokasi (displacement) karena kerutan, tarikan, dan tekanan.
v  Vulkanisme : gejala alam sebagai akibat dari aktivitas magma di dalam bumi. Atau proses keluarnya cairan magma dari dalam perut bumi menuju ke permukaan bumi.
Magma : batuan cair pijar yang terdapat di dalam kulit bumi yang terjadi dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya dengan temperatur tinggi. Atau batuan cair pijar di dalam perut bumi yang terdiri atas larutan mineral silikat dan gas dengan suhu yang sangat tinggi (900°C-1.100°C).
Ø  Intrusi magma : magma yang dapat menyusup ke lapisan batuan di atasnya. Atau proses penerobosan magma ke dalam lapisan batuan kulit bumi dan belum mencapai permukaan bumi.
Ø  Ekstrusi magma : magma yang sampai di permukaan bumi. Atau proses penerobosan magma yang mencapai permukaan bumi.
Hasil intrusi magma :
a.    Batolit : magma yang membeku di dalam dapur magma.
b.    Lakolit : batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku di antara dua lapisan batuan.
c.    Sill : batuan beku yang terbentuk di antara dua lapisan batuan dengan bentuk pipih dan melebar.
d.    Korok atau gang : batuan beku yang berbentuk pipih/melebar hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan batuan dengan arah tegak/miring.
e.    Apofisa : gang yang relatif kecil dan merupakan cabang dari sebuah gang.
Macam-macam erupsi :
ü  Berdasarkan kuatnya letusan serta material yang dikeluarkan :
a.    Erupsi eksplosif : erupsi yang menimbulkan ledakan sebagai akibat tekanan gas magmatis yang saat kuat dan menyemburkan material vulkanik yang bersifat padat dan cair.
b.    Erupsi efusif : erupsi yang tidak menimbulkan ledakan, karena tekanan gas kurang kuat yang dikeluarkan berupa material padat yang berukuran kecil.
c.    Erupsi campuran : erosi eksplosif yang terjadi bersamaan dengan erupsi efusif.
ü  Berdasarkan material yang dikeluarkan :
a.    Erupsi magmatik : terjadi bila bahan yang dilepaskan berasal dari magma dan hanya berupa cairan magma.
b.    Erupsi preatik : terjadi bila bahan yang dilepaskan berupa uap air panas yang berasal dari air tanah dalam kerak bumi dan keluar melalui retakan di kepundan dan bekas letusan.
c.    Erupsi preatomagnetik : gabungan erupsi magmatik dan preatik. Erupsi ini sangat berbahaya karena akan mengalir lahar panas yang sangat berbahaya dan akan membakar bagian/daerah yang dilewatinya.
ü  Berdasarkan proses keluarnya :
a.    Erupsi sentral : terjadi bila magma keluar melalui sebuah lubang yang membentuk gunung. Contoh : gunung Krakatau (Indonesia).
b.    Erupsi areal : terjadi bila magma letaknya dekat ke permukaan bumi sehingga membakar atapnya dan meleleh sampai ke permukaan bumi. Erupsi ini membentuk gunung api di lereng yang sangat rendah. Contoh : Yellowstone (Kolombia).
c.    Erupsi linear : terjadi bila magma keluar melalui retakan kulit bumi sehingga membentuk deretan gunung. Contoh : gunung api laki (Eslandia).
Tipe-tipe letusan :
1.    Tipe Hawai.
2.    Tipe Strombali.
3.    Tipe Vulkan.
4.    Tipe Parret.
5.    Tipe Merapi.
6.    Tipe Sant Vincent.
7.    Tipe Pelae.
v  Gempa Bumi (Seisme) : getaran kulit bumi secara tiba-tiba, bersumber pada lapisan kulit bumi bagian dalam, kemudian dirambatkan oleh kulit bumi ke permukaan bumi. Atau getaran yang dirasakan permukaan bumi akibat adanya kekuatan dari dalam bumi yang terjadi karena aktivitas tektonisme, vulkanisme, dan runtuhan bagian lapisan bumi.
Klasifikasi gempa bumi :
*      Berdasarkan faktor penyebab gempa :
a.    Gempa tektonik : gempa bumi yang terjadi akibat pergeseran kerak bumi karena peristiwa tektonisme, berupa dislokasi (displacement) atau patahan/sesaran. Atau gempa bumi yang terjadi karena adanya pergeseran bagian lapisan kulit bumi.
b.    Gempa vulkanik : gempa yang terjadi karena aktivitas vulkanisme sebelum, sedang, atau sesudah letusan. Atau gempa bumi akibat letusan gunung api.
c.    Gempa terban/reruntuhan : gempa yang disebabkan oleh adanya runtuhan, termasuk di dalamnya adalah longsoran (Rock fall), runtuhnya atap gua di bawah tanah (biasanya di daerah kapur), dan runtuhan di dalam lubang pertambangan. Atau gempa yang terjadi akibat tanah runtuh.
*      Berdasarkan hiposentrum/jarak pusat gempa :
a.    Gempa dalam : hiposentrum terletak 300-700 km di bawah permukaan bumi.
b.    Gempa intermedier : hiposentrum terletak antara 100-300 km di bawah permukaan bumi.
c.    Gempa dangkal : hiposentrum terletak kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.
*      Berdasarkan bentuk episentrum gempa :
a.    Gempa linear : episentrum berbentuk garis.
b.    Gempa sentral : episentrum berbentuk titik.
*      Berdasarkan letak episentrum :
a.    Gempa laut : episentrum terletak di dasar laut.
b.    Gempa daratan : episentrum terletak di darat.
*      Berdasarkan jarak episentral :
a.    Gempa setempat : jika jarak tempat gempa terasa sampai ke episentralnya kurang dari 10.000 km.
b.    Gempa jauh : jika episentral dan tempat gempa terasa berjarak sekitar 10.000 km.
c.    Gempa sangat jauh : jika jarak episentral dan tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km.
Rumus Laska (untuk menghitung jarak episentral) :
= [(S – P) – 1m] x 1 megameter
Keterangan :
= delta = jarak episentral, artinya jarak tempat pengamat dari episentrum.
S – P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan gelombang sekunder (dalam menit).
1m = satu menit.
1 megameter : 1000 km.

Gempa Bumi (Proses Alam Tenaga Endogen).

Gerakan Lempeng Tektonik (Proses Alam Tenaga Endogen).

Jenis Manusia Purba di Indonesia.

Pithecantropus :

Ø  Tahun 1889, B.D. van Rietschoten menemukan tengkorak manusia di daerah Wajak, dekat Tulungagung (Jawa Timur), yang kemudian dikirimkan kepada temanya Dr. Eugene Dubois di Belanda. Dubois berusaha mendatangi tempat penemuan dengan cara mendaftarkan diri ke dalam dinas militer Belanda. Daerah pertama yang Dubois jelajahi adalah Sumatra Barat, namun hasilnya sia-sia. Kemudian Dubois beralih pada Pulau Jawa.
Ø  Tahun 1890 Dubois menemukan fosil tempurung kepala dan tulang rahang di daerah Trinil, dekat Ngawi (Jawa Timur). Setahun kemudian (1891) Dubois menemukan fosil tulang paha kiri di dekat lokasi penemuan pertama. Setelah direkonstruksi (disusun/digambar), tinggi tubuh penemuan Dubois diperkirakan antara 165-180, dan mulai berjalan tegak. Penemuannya diberi nama Pithecantropus erectus yang berarti manusia-kera yang berjalan tegak. Temuannya juga dikenal dengan Manusia Jawa.
Ø  Tahun 1936, dua orang peneliti bernama Duyfjes dan Von Koenigswald berhasil menemukan fosil Pithecantropus erectus di Perning, Kab. Mojokerto (Jawa Timur). Temuannya berupa fosil tengkorak anak-anak berusia sekitar 6 tahun, yang diduga telah hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Hasil temuannya diberi nama dengan Pithecantropus mojokertensis (manusia-kera dari Mojokerto) atau Pithecantropus robustus. Para arkeolog beranggapan bahwa fosil ini merupakan fosil paling tua di Indonesia.

Megantropus :

Ø  Megantropus paleojavanicus (manusia besar tua dari Jawa) diperkirakan hidup pada 1,6 juta tahun yang lalu. Fragmen-fragmen ofsil megantropus ditemukan oleh Von Koenigswald antara tahun 1936-1941 di Sangiran, daerah Surakarta (Jawa Tengah). Fragmen pertama berupa rahang bawah dan atas.
Ø  Tahun 1952, peneliti bernama Marks menemukan fragmen gigi lepas dari megantropus ini, sehingga Marks ikut melengkapi temuan sebelumnya. Setelah diteliti dengan seksama, megantropus memiliki rahang bawah yang tegap, bergeraham besar, fosil megantropus lebih besar dan berperawakan lebih tegak dibandingkan pithecantropus.

Homo :

v  Isi tengkorak diperkirkan 1000-2000 cc.
v  Memiliki tinggi badan bervariasi antara 130-210.
v  Berat badan diperkirakan : 30-150 kg.
1)    Homo soloensis (manusia dari Solo) :
Tahun 1931-1933, tiga orang peneliti, yaitu Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald berhasil menemukan satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngandong, dekat Blora (Jawa Tengah). Berdasarkan penelitian, homo soloensis memiliki tingkatan lebih tinggi daripada pithecantropus erectus. Homo soloensis diperkirakan telah hidup antara tahun 35.000-15.000 SM.
2)    Homo wajakensis (manusia dari Wajak) :
Ditemuka pada tahun 1889 oleh B.D. van Rietschoten di daerah Wajak, Tulungagung (Jawa Timur). Tahun 1920, di tempat yang sama, Dubois menemukan fosil sejenis dan diberi nama homo wajakensis II. Menurut perkiraan para ahli homo wakaensis merupakan perubahan langsung homo soloensis. Jenis manusia purba ini menurunkan penduduk asli Pulau Papua dan sekitarnya.
Tengkorak homo wajakensis memiliki volume otak kira-kira 1.530 cc dan 1.650 cc. Homo wajakensis merupakan manusia purba terakhir yang memiliki tingkat kecerdasan dan peradapan paling tinggi dibanding yang lainnya.

Interaksi Sosial (individu, kelompok).

À      Proses sosial : cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok masyarakat atau individu saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. Atau segi-segi kehidupan yang saling memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Atau pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
À      Interaksi sosial : hubungan saling memengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang lain. Atau hubungan-hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lain.
À      Proses interaksi :
a.    Secara langsung : interaksi yang dilakukan langsung antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain, baik melalui tatap muka maupun melalui alat bantu komunikasi.
b.    Secara tidak langsung : interaksi yang dilakukan individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain melalui perantara pihak ketiga.
À      Tujuan interaksi : untuk menjalin hubungan persahabatan, perdagangan, kerja sama yang saling menguntungkan, membicarakan dan merundingkan suatu masalah yang timbul, untuk meniru kebudayaan orang lain yang lebih maju, dll.
À      Tindakan interaksi sosial : tindakan yang diambil oleh individu-individu, individu-kelompok, atau kelompok-kelompok yang saling memengaruhi.
À      Bentuk-bentuk interaksi sosial :
a.    Interaksi sosial asosiatif : interaksi sosial yang mengarah pada bentuk-bentuk persatuan, bersekutu, atau saling mengikat.
Ø  Kerja sama (Cooperation) : proses saling mendekati dan bekerja sama antar individu, antara individu dengan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama.
Ø  Akomodasi (Accomodation) : proses penyesuaian sosial antara individu dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan/pertikaian.
Tujuan akomodasi :
1.    Tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam kehidupan.
2.    Mengurangi perbedaan paham.
3.    Mencegah terjadinya ledakan konflik.
4.    Mengupayakan terjadinya proses pembauran.
Ø  Asimilasi (Assimilation) : proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu yang lama sehingga kebudayaan asli yang mereka miliki lambat laun berubah membentuk kebudayaan baru.
Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi :
1.    Adanya toleransi.
2.    Adanya sikap saling menghargai antarbudaya.
3.    Adanya kesamaan unsur-unsur kebudayaan.
4.    Adanya pembauran melalui kawin campuran (amalgamation).
Ø  Akulturasi (Acculturation) : proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat dihadapkan pada suatu kebudayaan asing, kemudian unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
b.    Interaksi sosial disasosiatif : interaksi sosial yang mengarah pada suatu pertentangan, pertikaian, atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
Ø  Persaingan (Competition) : proses sosial antara individu atau kelompok-kelompok manusia yang saling mencari keuntungan atau kemenangan dalam berbagai bidang kehidupan.
Ø  Kontravensi (Contravention) : bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan.
Bentuk-bentuk kontravensi :
1.    Kontravensi bersifat umum : penolakan, protes, dan keengganan.
2.    Kontravensi sederhana : memaki-maki, mencerca, dan memfitnah.
3.    Kontravensi intensif : penghasutan dan penyebaran desas-desus.
4.    Kontravensi bersifat rahasia : berkhianat dan membeberkan rahasia orang lain.
5.    Kontravensi bersifat taktis : intimidasi, provokasi, dan mengejutkan lawan.
Ø  Pertentangan/konflik (Conflict) : proses sosial antara perorangan atau kelompok masyarakat tertentu yang berusaha dengan sadar atau tidak sadar untuk menentang, menjatuhkan, atau melawan pihak lain.
Hal-hal yang dapat menimbulkan konflik :
1.    Adanya perbedaan pendapat mengenai suatu masalah prinsip.
2.    Terjadi perselisihan paham berkepanjangan yang mengusik harga diri.
3.    Timbulnya benturan kepentingan mengenai suatu objek yang sama.
4.    Berbeda sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat yang berlainan kebudayaan.
À      Pola-pola interaksi sosial :
a.    Interaksi antara individu dengan individu (antarindividu) :interaksi ini berlangsung antara satu orang dengan satu orang lainnya.
Contoh : dua orang saling bertemu dan bersalaman.
b.    Interaksi antara individu dengan kelompok : interaksi ini terjadi antara orang perorangan dengan sekelompok orang.
Contoh : seorang guru yang sedang mengajar murid-murid di dalam sebuah kelas.
c.    Interaksi antara kelompok dengan kelompok (antarkelompok) : interaksi ini berlangsung antara sekelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.
Contoh : pertemuan OSIS antarsekolah.
À      Interaksi sosial dapat dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol :
a)   Menganggukkan kepala,
b)   Lambaian tangan,
c)   Acungan jempol,
d)   Senyuman, dll.
À      Ciri-ciri interaksi sosial :
1)    Interaksi sosial dapat berlangsung apabila dilakukan dua orang/kelompok dan adanya reaksi dari pihak lain.
2)    Adanya kontak sosial sebagai tahap pertama dan komunikasi sebagai pengantar interaksi.
3)    Bersifat timbal balik, positif, dan berkesinambungan.
4)    Adanya penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial.
5)    Agar terjalin dengan baik pola interaksi sosial harus berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas, efisiensi, penyesuaian diri pada kebenaran, penyesuaian pada norma, serta tidak memaksa mental dan fisik.
À      2 hubungan dalam interaksi sosial :
1)    Tingkat hubungan interaksi yang dangkal : apabila hubungan berlangsung hanya pada saat tertentu, tidak berkesinambungan, dan pihak-pihak yang terlibat tidak sering mengadakan hubungan.
2)    Tingkat hubungan interaksi yang dalam : apabila interaksi berlangsung secara terus-menerus dalam waktu yang tidak terbatas, dan saling memengaruhi, serta memiliki tujuan tertentu sehingga hubungan terus terjalin.
À      Dasar/faktor interaksi sosial :
a)   Imitasi : tingkah laku yang merupakan tiruan tindakan orang lain. Atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain tersebut.
b)   Sugesti : komunikasi atau penyampaian pikiran, perasaan, dan perbuatan yang tak langsung dari orang ke orang. Atau pengaruh, pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap individu lain kemudian diterima, dituruti, atau dilaksanakan dengan tanpa berpikir lagi secara rasional.
c)   Identifikasi : kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi identik/menyamakan dirinya dengan pihak lain. Atau upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya.
d)   Simpati : suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Atau proses kejiwaan apabila seorang individu merasa tertarik pada orang lain atau sekelompok orang.
e)   Empati : hampir sama seperti simpati. Perbedaannya, proses empati lebih dalam sehingga seseorang akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain itu.
f)     Motivasi : dorongan yang ada dalam diri seseorang yang mendasari orang melakukan perbuatan.

Pembentukan Peran dan Status Sosial.

v  Peran (role) : tingkah laku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan status (kedudukan) yang dimilikinya.
v  Status (kedudukan) : posisi seseorang di dalam masyarakat.
v  Perbedaan antara peran dan status sosial yakni peran berkaitan dengan tingkah laku seseorang sesuai dengan status sosialnya, sedangkan status sosial berkaitan dengan posisi yang diduduki seseorang dalam lingkungan suatu masyarakat tertentu.
v  Macam status :
1.    Ascribe status : status seseorang dalam masyarakat yang diperoleh secara turun-temurun. Diperoleh karena kelahiran atau adat istiadat setempat.
2.    Achieved status : status yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Diperoleh dengan tergantung pada kemampuan masing-masing dalam mengejar dan mencapai tujuannya.
3.    Assigned status : suatu kedudukan yang diberikan.

Informasi dari Globe.

a)   Globe dapat digunakan untuk berbagai kepentingan :
b)   Menunjukkan bentuk bumi yang sebenarnya.
c)   Menunjukkan sistem garis lintang dan garis bujur.
d)   Memperlihatkan gambar permukaan bumi yang utuh.
e)   Memperagakan gerak rotasi bumi.
f)     Memperagakan proses terjadinya siang dan malam.
g)   Menentukan/merencanakan perjalanan yang jauh melalui udara atau laut.
h)    Memberikan gambaran tentang terbit dan terbenamnya matahari.
i)      Memberikan gambaran tentang luas, laut, dan benua.
j)      Pergantian musim.
k)    Letak daerah-daerah di berbagai tempat.
l)      Posisi suatu daerah di permukaan bumi.

Lapisan Atmosfer.

Troposfer.

a.    Merupakan lapisan atmosfer terendah.
b.    Ketinggian lapisan troposfer mencapai 8 km di daerah kutub dan 16-18 km di daerah khatulistiwa.
c.    Terjadi berbagai gejala cuaca : awan, hujan, dan angin.

Stratosfer.

a.    Terletak di atas troposfer sampai ketinggian 50 km.
b.    Terdapat lapisan ozon. Ozon : suatu bentuk gas trioksigen (O3) yang menyerap sebagian besar sinar ultraviolet dari matahari.

Mesosfer.

a.    Terletak di atas stratosfer dengan ketinggian di antara 50-80 km.
b.    Melindungi bumi dari meteor.
c.    Memantulkan gelombang radio.

Termosfer.

a.    Terletak di atas mesosfer dengan ketinggian di antara 80-500 km.
b.    Terjadi kenaikan suhu udara secara tajam karena adanya radiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari.
c.    Memiliki lapisan ionosfer, yaitu lapisan dari partikel bermuatan listrik yang dapat memantulkan gelombang radio ke seluruh dunia.

Eksosfer.

a.    Terletak di atas lapisan termosfer dan merupakan lapisan paling atas dengan ketinggian maksimal yang tidak diketahui.
b.    Tidak mengandung udara sedikit pun.
c.    Pengaruh gaya gravitasi sangat kecil.

Hujan.

v  Hujan : peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi.
v  Curah hujan : banyak sedikitnya hujan yang jatuh pada suatu tempat di permukaan bumi.
v  Fluviometer/ombrometer : alat yang dapat mengukur banyak sedikitnya curah hujan dengan satuan ukur milimeter (mm).
v  Proses terjadinya hujan :
v  Hujan terjadi karena massa udara yang mengandung uap air naik ke atas. Kemudian, uap air tersebut mengalami titik jenuh dan pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air (kondensasi). Titik-titik air tersebut membentuk awan. Jika awan tersebut bertambah dingin, lama-kelamaan bertambah berat, kemudian perlahan-lahan jatuhlah hujan.
v  Tipe-tipe hujan :
Ø  Hujan orografis atau hujan pegunungan : hujan yang terjadi apabila angin yang membawa uap air harus naik ke atas pegunungan (oro), awannya bertambah berat dan turunlah hujan.
Ø  Hujan zenithal atau hujan konveksi : hujan yang terjadi karena kuatnya pemanasan matahari di khatulistiwa dan menyebabkan terjadinya penguapan yang naik secara vertikal (konveksi). Massa udara yang naik tersebut terus mengalami penurunan suhu sehingga terjadi pengembunan dan awan konveksi. Awan tersebut kemudian jatuh menjadi hujan.
Ø  Hujan frontal : hujan yang terjadi apabila ada pertemuan massa udara panas yang mengandung air dengan massa udara dingin di sepanjang daerah miring (front). Di daerah itu kemudian terjadi pengembunan yang luar biasa sehingga jatuhlah hujan.

Air Tanah.

v  Air tanah : air yang terdapat atau tersimpan dalam lapisan tanah dan batuan.
v  Lapisan pembawa/penghantar air (akuifer) : lapisan di dalam bumi yang mudah membawa atau dilewati air.
v  Proses infiltrasi : gerakan meresapnya air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.
v  Proses perkolasi : gerakan air yang meresap ke dalam tanah melalui celah bebatuan hingga menjadi jenuh.
v  Berdasarkan asal-usulnya, 3 macam air tanah :
1.    Air meteorit atau air vados : aie tanah yang berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah.
2.    Air yuvenil : air tanah yang berasal dari air magmatik (air yang berasal dari magma) atau air vulkanis.
3.    Air fosil atau air connate : air tanah yang terjebak pada pori-pori batuan pada saat batuan tersebut terbentuk.
v  Berdasarkan letaknya, 2 macam air tanah :
1.    Air tanah dangkal atau air preatis : air tanah yang terdapat di atas lapisan tanah yang kedap air (impermeable) dan dekat dengan permukaan bumi. Contoh : air sumur.
2.    Air tanah dalam : air tanah yang terdapat pada lapisan di antara dua lapisan tanah/batuan yang kedap air. Contoh : sumber air artesis yang airnya berasal dari air dalam tanah.

Sungai.

v  Sungai : aliran air yang bergerak melalui saluran yang memanjang mulai dari pegunungan atau perbukitan sebagai sumber mata air melewati dataran rendah hingga bermuara di danau, rawa, dan laut secara alami. Atau massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah.
v  Kanal : aliran seperti sungai yang dibuat manusia.
v  Hulu : bagian badan sunan yang dekat dengan mata air.
v  Hilir : bagian badan sungai yang berada di tengah.
v  Muara : bagian sungai di akhir pembuangan.
v  Anak sungai : cabang dari sungai utama.
v  Berdasarkan pola alirannya :
1.    Sungai rectanguler.
2.    Sungai anular.
3.    Sungai dendritik.
4.    Sungai radial.
5.    Sungai trellis.
6.    Sungai pinnate.
v  Berdasarkan struktur geologi :
1.    Sungai anteseden.
2.    Sungai imposed.
v  Berdasarkan genetikanya :
1.    Sungai konsekuen.
2.    Sungai resekuen.
3.    Sungai insekuen.
4.    Sungai inkonsekuen.
5.    Sungai obsekuen.
6.    Sungai subsekuen.
v  Berdasarkan sumber airnya, (buku Erlangga kelas 7) :
1.    Sungai hujan.
2.    Sungai campuran.
3.    Sungai gletser.
4.    Sungai mata air.
v  Berdasarkan sumber airnya, 3 macam sungai :
1.    Sungai hujan : sungai yang memperoleh air dari hujan dan mata air.
Contoh : sungai-sungai di Pulau Jawa, dan Kepulauan Nusa Tenggara.
2.    Sungai salju atau sungai gletser : sungai yang memperoleh air dari salju atau gletser yang mencair.
3.    Sungai campuran : sungai yang memperoleh air dari hujan, mata air, dan gletser yang mencair.
Contoh : sungai Memberamo dan sungai Digul di Pulau Papua.
v  Berdasarkan volume/debit airnya (keadaan airnya), 3 macam sungai :
1.    Sungai permanen : sungai yang debit airnya relatif tetap sepanjang tahun.
Contoh : sungai Kapuas di Pulau Kalimantan.
2.    Sungai periodik : sungai yang debit airnya besar pada musim penghujan dan kecil pada musim kemarau.
Contoh : sungai-sungai di Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Nusa Tenggara.
3.    Sungai episodik : sungai yang pada musim penghujan debit alirannya besar, sedangkan pada musim kemarau kecil bahkan sungainya kering.
Contoh : Sungai di daerah Gunung Kidul, Wonogiri.
v  Manfaat sungai :
a.    Keperluan air minum, mandi, dan mencuci.
b.    Kebutuhan untuk pengairan area pertanian.
c.    Pembangkit tenaga listrik.
d.    Budi daya perikanan air tawar.
e.    Sarana lalu lintas air.
f.     Sumber bahan bangunan, seperti pasir, kerikil, dan batu kali.
g.    Sebagai sarana industri, seperti produksi air mineral.

Lautan / Samudra (zona kedalaman).

IPS Terpadu Intan Pariwara :

a.    Zona Litoral atau pantai : wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut.
b.    Zona Neritik :
v  Kedalaman rata-rata kurang dari 200 m.
v  Dapat ditembus sinar matahari.
v  Biota laut dapat berkembang dengan baik.
v  Contoh : Paparan Sunda dan Paparan Sahul, Laut Jawa, Laut Arafuru, serta Selat Sunda.
c.    Zona Batial :
v  Kedalaman 200-2.500 m.
v  Tidak dapat ditembus sinar matahari.
v  Kehidupan biota laut tidak begitu berkembang.
d.    Zona Abisal :
v  Kedalaman lebih dari 2.500 m.
v  Tidak dapat ditembus sinar matahari.
v  Bersuhu sangat dingin.
v  Kehidupan organisme hanya terbatas.
v  Contoh : Palung Laut Banda (7.440 m).

IPS Terpadu Yudhistira :

a.    Zona Litoral : wilayah laut yang terletak di antara pasang naik tertinggi dan pasang surut terendah.
b.    Zona Neritik : wilayah laut yang terletak mulai dari batas air laut terendah sampai kedalaman 200 m.
c.    Zona Batial : wilayah laut dengan kedalaman 200-4.000 m.
d.    Zona Abisal : wilayah laut dengan kedalaman lebih dari 1.000 m.

IPS Terpadu Erlangga :

a.    Zona Litoral : wilayah laut yang dibatasi oleh pasang surut material pasir dan kerikil. Organismenya : tumbuhan & binatang pantai.
b.    Zona Neritik : wilayah laut yang terletak dari pasang surut sampai kedalaman 200 m dan merupakan daerah yang kaya akan vegetasi dan binatang (daerah penangkapan ikan).
c.    Zona Batial : wilayah laut yang terletak pada kedalaman antara 200-2.000 m dengan materialnya lumpur. Pada zona ini ikannya besar, namun tumbuhan sulit untuk hidup.
d.    Zona Abisal : wilayah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 2.000 m (wilayah laut dalam). Dasar laut tidak terjangkau oleh sinar matahari sehingga tidak ada tumbuhan. Spesies binatangnya hanyalah yang dapat menyesuaikan diri dengan suhu, persediaan makanan, dan oksigen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar